Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila


Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi), menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kompleks Monumen Pancasila Sakti, Jalan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10). Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini upacara diselenggarakan secara sederhana dan hikmat, sangat minimalis, dan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 86491/MPK.F/TU/2020 tentang penyelenggaran upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020, disebutkan bahwa untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19, penyelenggaraan upacara dipusatkan di Monumen Pancasila Sakti Jakarta dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Jajaran menteri, pimpinan lembaga negara/instansi pusat beserta pimpinan tinggi madya atau sederajat, kepala daerah/forum koordinasi pimpinan daerah (forkompinda), kantor/lembaga yang ada di daerah wajib mengikuti upacara yang dilaksanakan di Monumen Pancasila secara virtual dari kantor masing-masing.

Pokok selanjutnya yang disebutkan dalam SE adalah setiap kantor instansi pusat dan daerah, kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta seluruh komponen masyarakat Indonesia, pada tanggal 30 September 2020 diimbau untuk mengibarkan bendera setengah tiang. Pada tanggal 1 Oktober 2020 pukul 06.00 waktu setempat, bendera berkibar satu tiang penuh.

Adapun komposisi petugas upacara pada peringatan bertema “Indonesia Maju Berlandaskan Pancasila” di Monumen Pancasila Sakti terdiri atas komandan upacara sebanyak satu orang dan cadangan satu orang, pasukan upacara sebanyak 20 orang dan cadangan delapan orang, Korps musik sebanyak 35 orang serta pembaca susunan acara sebanyak satu orang dan cadangan satu orang.

Pelaksanaan upacara yang terpusat di Monumen Pancasila Sakti, dihadiri Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pembaca teks Pancasila, Ketua Dewan Perwakilan Daerah sebagai pembaca naskah UUD Tahun 1945, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sebagai pembaca dan penandatangan ikrar, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebagai pembaca doa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Panglima TNI dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pada setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila, menyusul ditumbangkannya Gerakan 30 September (G30S) PKI.

Pada 30 September 1965 telah terjadi penculikan serta pembunuhan para jenderal, yaitu Letnan Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R Suprapto, Mayjen Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Pandjaitan, Brigjen Sutoyo, Letnan Satu Pierre Andreas Tendean, dan Brigadir Polisi Karel Susuit Tubun. Sementara itu, Jenderal AH Nasution berhasil meloloskan diri dari kepungan anggota G30S PKI, meski kakinya tertembak dan putrinya Ade Irma Suryani menjadi korban.

Sumber : Beritasatu.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel