Korban Banjir Bandang di Cicurug Sukabumi Ditemukan Tersangkut di Pohon


SUKABUMI - Tim SAR gabungan menemukan jasad korban yang empat hari hilang terseret banjir bandang di Kampung Cibuntu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (224/9/2020). Korban terakhir yang ditemukan bernama Anang alias Jajo (25).

Jasad almarhum di aliran Sungai Pamengpeuk Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi dalam kondisi tertelungkup tertahan ranting pohon.

Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri mengatakan, operasi pencarian korban hilang terseret arus banjir bandang di Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug melibatkan sejumlah personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), FKSD Kabupaten Sukabumi, Tagana, potensi SAR dan masyarakat.

“Korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang kemudian ditindaklanjuti oleh petugas,” katanya.

Dengan ditemukannya jasad Anang, kata dia, operasi SAR dihentikan karena seluruh korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pada bencana yang terjadi Senin tersebut menelan tiga korban meninggal akibat terseret arus banjir.

Ketiga korban diketahui bernama Juned, Hasyim dan Anang alias Jajo. Untuk Hasyim ditemukan di Sungai Leuwilieur Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak pada Selasa, (22/9/2020) sekitar pukul 05.00 WIB masih di hari yang sama selang empat jam atau sekitar pukul 09.00 WIB jasad Juned berhasil ditemukan di Sungai Sueng, Leuwiorok, Kecamatan Parungkuda.

Sehingga dengan ditemukannya jasad Jajo yang merupakan korban terakhir pada Kamis ini operasi SAR dihentikan.

Jenazah pun langsung dievakuasi ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk dilakukan visum. Dari hasil pengamatan luar, terdapat sejumlah luka yang diduga akibat terbentur benda keras selama terseret arus sungai.

Sementara, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdaops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan untuk saat ini personel gabungan yang masih berada di lokasi bencana baik di Kecamatan Cibadak, Parungkuda dan Cicurug fokus mengevakuasi berbagai material bekas banjir bandang.

Bencana ini terjadi di tiga kecamatan, yang paling parah di Kecamatan Cicurug karena ratusan rumah dan jiwa terdampak, terdapat tiga korban meninggal dan ratusan jiwa lainnya mengungsi.

"Di masa tanggap darurat bencana ini kami fokus pemulihan kondisi di lokasi bencana, petugas gabungan pun sudah dibagi tugas ada yang memberikan pelayanan kepada korban, membenarkan rumah korban yang rusak dan membuka akses jalan. Untuk bantuan pun tidak kurang karena selain dari pemerintah ada juga dari individu, kelompok maupun badan usaha," katanya. 


Sumber : iNews.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel