Aksi Bongkar Makam di Jember Berdasarkan Mimpi, Bukan Karena Masalah Pribadi

Keponakan almarhum Pak Khotija, Usman (kanan)
saat ditemui di rumah Sekdes Desa Gelang,
Kecamatan Sumberbaru/Foto: Yakub Mulyono

Jember - Aksi warga Jember membongkar makam almarhum Pak Khotija yang videonya beredar di medsos, dibenarkan pihak keluarga. Namun ceritanya tidak seperti yang beredar.

Saat wartawan meminta klarifikasi langsung kepada pihak keluarga, keponakan almarhum Pak Khotija mengatakan, pembongkaran makam itu dilakukan karena adanya firasat melalui mimpi, yang dirasakan hingga berulang kali.

Sementara Pak Seman yang sempat diberitakan sebagai pihak yang menyuruh melakukan pembongkaran makam karena ada persoalan, merupakan sepupu almarhum Pak Khotija.

"Tidak benar itu informasi di IWJ (grup Facebook Info Warga Jember New). Yang sebenarnya pembongkaran itu berawal dari mimpi adik ipar jenazah (Pak Khotija) yakni Khotimah," kata keponakan almarhum Pak Khotija, Usman saat ditemui di rumah Sekdes Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Jumat (23/10/2020).

Usman menceritakan, adanya pembongkaran itu berawal dari peringatan 100 hari meninggalnya Pak Khotija. Pada malam hari setelah tahlilan, Khotimah yang juga seorang Guru Ngaji di desa setempat, bermimpi didatangi almarhum dan meminta agar jenazahnya diperbaharui.

"Mimpi itu pun berulang kali, bahkan selama seminggu hampir setiap hari mimpi yang sama. Kemudian hal itu disampaikan kepada keluarga. Disepakati kemudian makam almarhum di kijing (dibangun dengan rapi menggunakan marmer bagian atas makam)," jelasnya.

Namun setelah dilakukan sesuai permintaan, lanjutnya, mimpi itu pun masih terus dialami Khotimah. Sehingga kemudian pihak keluarga melakukan musyawarah dengan meminta petunjuk dari ulama setempat.

"Khotimah bersama keluarga dan juga saya, minta petunjuk ke Habib Thohir. Disampaikan di sana maksudnya mungkin makam itu minta dipindah ke tempat lain," katanya.

Diberi pemahaman tersebut, diketahui bahwa makam Pak Khotija berada di lahan tanah milik Pak Seman sepupunya. Kebiasaan di wilayah setempat, masing-masing keluarga memiliki pemakaman pribadi dan hal itulah yang diyakini sebagai tafsir mimpi yang terus dialami Khotimah.

"Sehingga sekitar Rabu (21/10) siang kemarin dilakukan pembongkaran makam. Sebenarnya agar tidak membuat keramaian dengan adanya pembongkaran makam itu, mau dilakukan Selasa (20/10) malam, tidak jadi karena hujan deras saat itu," ulasnya.

Meskipun sudah dipindah, Khotimah kata Usman, masih didatangi almarhum lewat mimpinya. Yakni meminta agar ada batu di sekitar makam yang dibacakan Surat Al Ikhlas sebanyak tiga kali.

"Setelah dilakukan itu tidak ada lagi mimpi, dan sekarang malah ada berita dan viral di Facebook grup IWJ itu," katanya.

Untuk lokasi makam yang baru, lanjut Usman, berada di lahan tanah miliknya sendiri yang dekat dengan rumah, dan berjarak kurang lebih 200 meter dari lokasi makam awal.

Terkait berita yang beredar di medsos, Usman mengaku kaget. Bahkan meminta agar ada klarifikasi terkait kebenaran informasi tentang pemindahan makam itu. Usman juga menambahkan, Pak Seman yang masih sepupu almarhum Pak Khotija malah tidak memperkenankan adanya pemindahan makam.

"Pak Seman malah memohon kepada kami (Keluarga Pak Khotija) agar tidak usah dipindah. Karena kita semua masih keluarga. Tapi karena ini isyarat jadi harus dilakukan. Untuk yang di Facebook itu kami (keluarga Pak Khotija atau pun Pak Usman) tidak kenal dengan akun itu. Mungkin orang lewat karena lokasi makam berada di pinggir jalan," ungkapnya.


"Kami minta pada admin grup IWJ itu agar hati-hati menyebarkan informasi tentang keluarga saya. Agar tidak ada fitnah. Kami tidak akan lapor polisi atau bertindak apapun, tapi tolong diklarifikasi," sambungnya.

Sebelumnya, video aksi bongkar makam itu diunggah akun Ari Rembeztdi di grup Facebook Info Warga Jember Baru. Dalam keterangan pada video tersebut, tertulis alasan dari pembongkaran makam yang ramai-ramai dilakukan warga.

"Astaghfirulloh...hanya karena masalah pribadi yang sepele, Pak Kampong Seman memerintahkan agar kuburan pak Khotija yang telah meninggal dunia 6 bulan yang lalu untuk dibongkar dan dipindahkan. Masalahnya diduga hanya karena mantan menantu Pak Kampung Seman pernah menikah dengan anak alm. (almarhum, red) Pak Khotija. Kejadian di Desa Gelang Paci, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jatim. #Sumberbaru," tulis akun Ari Rembezt, seperti yang dilihat detikcom.


Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel