Angkat Sepatu Kiri, Mahasiswa di Bandung Desak Jokowi Keluarkan Perppu Omnibus Law

Bandung - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Indonesia Mengguggat (MIM) demonstrasi di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung pada Selasa (20/10/2020) sore.

Pengalihan arus lalu lintas menuju Gedung DPRD Jawa Barat pun dialihkan sementara karena kerumunan massa aksi melebar ke badan jalan Diponegoro.

Hujan yang mengguyur Kota Bandung tak menghentikan niat para demonstran untuk menyuarakan aspirasi mereka di depan gedung dewan. Aksi bakar ban dan spanduk-spanduk partai politik pun mewarnai unjuk rasa yang digelar sekitar pukul 15.00 WIB ini.

Pantauan detikcom, pihak kepolisian bersiaga di sekitar lokasi demonstrasi. Tampak satu unit mobil unit watercannon masing-masing disiagakan di Gedung Sate dan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.

Massa pun melakukan aksi simbolis dengan mengangkat sepatu kiri, yang menggambarkan kondisi rakyat Indonesia yang saat ini seperti diinjak-injak lewat Omnibus Law.

Juru Bicara MIM Lingga mengatakan, massa mendesak Presiden Joko Widodo dan kabinetnya untuk turun, jika tak menggubris keinginan rakyat Indonesia agar diterbitkannya Perppu Omnibus Law yang di dalamnya juga terkandung UU Cipta Kerja.

"Kami MIM masih konsisten berada di garis perjuangan rakyat yang di mana (Omnibus Law) ini isunya menindas rakyat secara utuh. Pertanggal 20 Oktober 2020, kami menginginkan Presiden Joko Widodo dan kabinet untuk mengeluarkan Perppu dan jikalau tuntutan tersebut tidak dilakukan, kami minta Presiden Joko Widodo turun," kata Lingga.

Juru Bicara MIM lainnya Iqbal mengatakan, mahasiswa mengancam akan melakukan demonstrasi yang lebih masif lagi pada 28 Oktober 2020 mendatang atau bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. "Dalam satu minggu ini, jika tuntutan ini tidak disikapi pemerintah kita akan mengerahkan massa yang lebih besar," tegas Iqbal.

Sementara itu Ketua GMNI Kota Bandung Ravi mengatakan, apa yang dilakukan oleh pimpinan DPR RI Puan Maharani justru akan membawa kapitalsme semakin bebas masuk ke Indonesia.

Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel