Ketua DPRD Kota Mojokerto Bentak Mahasiswa, Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Sempat Ricuh


MOJOKERTO – Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang menuntut pembatalan Undang-Undang Cipta Kerja di depan kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) berlangsung ricuh. Massa yang terdiri atas aliansi tiga organisasi mahasiswa di Mojokerto ini sempat terlibat saling dorong dengan petugas.

Mereka tak terima dengan sikap Ketua DPRD Kota Mojokerto, Sunarto atau Itok yang membentak mahasiswa. Saat itu, Itok turun ke jalan untuk menemui peserta aksi.

Selain terlibat aksi dorong dengan petugas, ratusan mahasiswa juga melempari aparat yang bersiaga di depan kantor Pemkot Mojokerto dengan botol air mineral dan es batu. Beruntung aparat gabungan dari Kepolisian Resort Kota dan Kabupaten Mojokerto bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh kekuatan untuk meredam situasi yang memanas.

Aksi ratusan mahasiswa yang berasal dari atas PMII, GMNI dan HMI ini menuntut penolakan Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI beberapa waktu lalu. Penolakan dilakukan karena aturan ini tidak memihak rakyat utamanya para buruh.

Korlap Aksi, Slamet Indarto mengatakan, mahasiswa menolak Omnibus Law khusunya Cipta Kerja karena tidak pro rakyat. Atas nama investasi, buruh diinjak.

Petani Mojokerto Dihebohkan Penemuan Mayat Terbakar di Kebun Jagung

“Pemerintah mengambil kebijakan harus seimbang dengan buruh dan pemodal. Ada banyak poin yang tidak pro-rakyat,” katanya.

Sebelum di Kota Mojokerto, ratusan mahasiswa berdemo di Pemkab setempat. Peserta aksi melakukan orasi dan penandatanganan kesepakatan dengan Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ainy Zuhro untuk mendukung dan meneruskan aspirasinya ke Jakarta.

Sumber : iNews.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel