Mahasiswa yang Demo Omnibus Law di Magetan Malah Dapat Bunga dan Cokelat


 Magetan - Sekitar 150 mahasiswa di Magetan menggelar demo di gedung DPRD. Tak ada aksi anarkis yang terjadi dalam aksi tolak Omnibus Law. Bahkan aksi yang digelar sore hari itu, mahasiswa mendapat bingkisan coklat dan bunga mawar dari polisi.

"Terima kasih pak Polisi coklat dan bunganya," teriak salah satu orator yang naik di atas kendaraan dalam demo di DPRD Magetan, Jumat (9/10/2020).

Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana mengaku sengaja memberikan kado

coklat dan bunga mawar ke peserta demo, sebagai wujud kedekatan polisi dengan mahasiswa. Festo mengaku ada penyusup di luar mahasiswa ingin bergabung, namun dapat di gagalkan.

"Walaupun sesunguhnya pra unras mulai ada penyusupan tetapi rupanya Polres Magetan tidak bisa kecolongan. Sehingga bisa dihalau untuk demo hanya dari kalangan mahasiswa. Alhamdulillah semua kondusif kita berikan bunga dan coklat bentuk apresiasi kita untuk mahasiswa," kata Festo kepada detikcom.

Festo mengatakan, Polres Magetan sengaja memberikan tampilan yang berbeda dan unik dalam menghadapi demo mahasiswa. Yakni dengan menerjunkan anggota untuk jadi badut dan cinderella cantik untuk mendekat peserta demo.

"Ada yang jadi cinderela, badut dan polwan cantik membagikan bunga, coklat dan jamu serta minuman kepada peserta demo. Ternya hal ini bisa memberikan warna kesejukan bahwa polisi Magetan mampu berada ditengah-tengah masyarakatnya," tandasnya.

Dalam aksi unjuk rasa yang berjalan Kondusif polisi mengerahkan sekitar 200 personel gabungan baik Polri TNI dan instansi terkait. DPRD Magetan yang diwakili Ketua Sujatno berjanji meneruskan aspirasi mahasiswa Magetan.

Sementara dalam aksi demo tersebut, mahasiswa melakukan orasi dan membentangkan poster. Dalam orasinya mahasiswa kecewa dengan DPR yang menyetujui UU Cipta Kerja Omnibus Law yang dinilai merugikan rakyat kecil di Indonesia. Mahasiswa meminta DPRD Magetan untuk menyampaikan aspirasi ke DPR pusat.

"Yang terhormat DPRD Magetan keluarlah, kami ingin perjuangkan aspirasi rakyat kecil menilai RUU Omnibus Law yang di sahkan tanggal 5 Oktober lalu," teriak orator.

Ratusan mahasiswa dengan membentangkan spanduk dan poster berisikan kecaman terhadap 'DPRD di antaranya 'Polisi Tak Sejahat Ibu Tiri', 'Sahkan hubungan kami, bukan UU Cipta Kerjanya' dan Indonesia kembali berduka, mosi tidak percaya dewan pengkhianat dan jegal sampai gagal'.

Sebelumnya mereka juga melakukan long march dari Alun-Alun Magetan menuju gedung DPRD Jalan Pahlawan.

Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel