Pecah! Foto-foto Rusuh Imbas Demo Tolak UU Omnibus Law

 Jakarta - Demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja terus berlanjut hingga Kamis (8/10) malam. Kericuhan pun terjadi dibeberapa titik wilayah di Indonesia. Pecah!


Seperti diketahui, aksi massa ini sudah berlangsung sejak Senin (5/10) saat DPR mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja secara sah menjadi Undang-undang Cipta Kerja yang dinilai banyak merugikan kaum buruh dan pekerja. Hingga Kamis (8/10) malam, demo menolak UU Ciptaker itu masi hterjadi dibeberapa wilayah di Indonesia hingga pecah!. Akankah Pemerintah dan DPR mencabut/menggagalkan Omnibus Law UU Ciptaker itu? Foto: Rifkianto Nugroho


Ini adalah gambaran salah satu korban dari aksi anarkis penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Foto: M Ilman N/detikcom


Di lingkar Istana, tepatnya kawasan Harmoni, Jakarta, Massa aksi itu pecah menimbulkan kericuhan dan bentrok dengan aparat kepolisian hingga malam hari. Foto: Rifkianto Nugroho


Semakin malam, massa yang berniat mencipta kerusuhan dan keonaran sehingga membuat resah masyarakat semakin banyak jumlahnya. Mereka melempari Petugas kepolisian yang berjaga pun dengan bom molotov. Alhasil, petugas pun dengan terpaksa menembakkan gas air mata ke arah massa. Foto: Rifkianto Nugroho


Di kawasan Patung Kuda atau tepatnya akses Jl Medan Merdeka Barat, massa yang berjumlah ribuan telah berkumpul sejak siang dan mencoba untuk merangsek barikade dan kawat berduri agar bisa menuju Istana Negara. Foto: Agung Pambudhy


Petugas kepolisian yang berjaga pun berusaha tetap bertahan dari serangan para pendemo yang sejak sora sudah mulai anarkis. Foto: Grandyos Zafna


Halte Bus TransJakarta di depan Bank Indonesia pun tak luput dari sasaran massa yang mulai berlaku anarkis. Kacanya pecah dan kemudian halte tersebut di bakar oleh orang tak bertanggung jawab. Foto: Grandyos Zafna


Tak hanya itu, kantor kementerian ESDM yang berada di seberangnya pun tak luput dari sasaran amuk massa. Sebuah bom molotov dilemparkan ke dalam dan menyebabkan sebuah kebakaran kecil di salah satu sisinya. Foto: Grandyos Zafna


Beberapa halte di sepanjang jalan Jenderal Sudirman Jakarta pun dibakkar massa. Foto: Grandyos Zafna


Salah satunya adalah Halte Tosari di depan Menara BCA. Foto: Ilman/detikcom


Tak hanya Halte, Beberapa pos polisi pun jadi amukan massa. Seperti di Halte Harmoni ini yang di bakar massa. Foto: Ari Saputra


Semakin sore, massa aksi semakin bertambah terus berbuat onar dengan merusak dan membakar fasilitas umum. Foto: Ari Saputra


Vandalisme pun tak luput dari bagian aksi massa menolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10). Foto: Rachman Haryanto/detikcom


Selain vandalisme, beberapa halte di Jakarta pun dirusak atau bahkan dibakar oleh massa yang tak bertanggung jawab. Foto: Rachman Haryanto/detikcom


Tak hanya di Jakarta, di Surabaya aksi demonstrasi itu pun harus berakhir ricuh. Beberapa fasilitas pubilk pun turut di rusak. Foto: Faiq Azmi/detikcom


Demo tolak UU Cipta Kerja di Jogjakarta pun harus berakhir ricuh. Massa dan polisi saling melempar batu yang dibalas dengan gas air mata. Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom


Meskipun demikian, massa aksi terus memancing kemarahan petugas kepolisian yang berjaga. Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom


Usai demonstrasi anarkis itu, para petugas secara bersama dan bergotong royong membersihkan sisa-sisa kerusuhan di jalan Malioboro, Yogyakarta. Foto: Jauh Hari Wawan S


Di Bandung pun sejak siang kondisinya sudah kembali memanas. Lemparan batu yang dibalas dengan gas air mata pun tak terelakan. Foto: Wisma Putra


Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun meyakini 100 % peserta aksi yang anarkis dan merusak fasilitas publik itu bukan dari kaum buruh. Foto: Wisma Putra


Sebuah mobil anggota kepolisian di Polda Sumsel pun tak luput dari amukan massa. Foto: Raja Adil Siregar










Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel