Pelajar SMA Ini Selamat Usai Terjun dari Jembatan Kota Mojokerto

Pelajar ini berusaha bunuh diri lompat dari jembatan (Foto: Istimewa)
Mojokerto - Seorang pelajar SMA mencoba bunuh diri dengan terjun dari Jembatan Rejoto di Kota Mojokerto. Beruntung nyawa gadis 18 tahun ini bisa diselamatkan.

Kapolsek Prajurit Kulon Kompol M Sulkan mengatakan, remaja berusia 18 tahun, warga Kecamatan Prajurit Kulon. Selama ini pelajar kelas XII SMA ini hidup bersama pakdenya sejak usia 6 tahun. Karena ayahnya telah tiada. Sedangkan ibunya hidup di Medan, Sumut. Kini DF diangkat menjadi anak oleh kakak kandung ayahnya tersebut.

Ia menjelaskan, DF jalan-jalan seorang diri setelah belajar di rumah sekitar pukul 18.20 WIB. Dia mengendarai sepeda motor Honda BeAT warna merah putih nopol S 4175 TI. Setelah berkeliling tanpa tujuan, dia berhenti di atas Jembatan Rejoto.

"Sekitar pukul 18.45 WIB dia sampai di Jembatan Rejoto. Sempat telepon seseorang, kami belum tahu siapa, lalu ponselnya dia masukkan ke jok sepeda motor. Sekitar pukul 19.00 WIB Minggu (25/10/2020), dia naik pembatas jembatan dan terjun ke sungai," kata Sulkan saat dikonfirmasi detikcom, Senin (26/10/2020) dini hari.

Melihat DF terjun dari jembatan, lanjut Sulkan, seorang penjual pentol di sekitar Jembatan Rejoto Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, berteriak meminta pertolongan. Para pengguna jalan pun berdatangan membantu.

Beruntung pelajar SMA swasta di Kota Mojokerto itu jatuh ke tanaman kangkung di bawah Jembatan Rejoto. Sehingga dia tidak tenggelam maupun hanyut di Sungai Ngotok.

"Saat dievakuasi warga dan para relawan, korban sempat pingsan. Dia dibawa ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto," terangnya.

Pelajar ini kembali pulih setelah dirawat di rumah sakit. Dia diizinkan pulang karena tidak terluka meski terjun dari ketinggian sekitar 10 meter.

"Tadi dicek tidak ada luka sama sekali. Sekarang sudah pulang," ujar Sulkan.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel