Pondok Metal Pasuruan Tampung Pengguna Narkoba hingga Hamil di Luar Nikah


PASURUAN – Pondok Pesantren Muslim Al Hidayat atau dikenal dengan Pondok Metal (Menghafal Tulisan Al quaran) Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) terbilang unik. Sebab, pondok di wilayah Rejoso, Pasuruan ini banyak dihuni santri bermasalah, mulai dari pasien narkoba, gangguan jiwa hingga perempuan hamil di luar nikah.

Karena keunikan ini, pondok yang diasuh KH Nurkholis ini memiliki banyak santri. Sebagian besar mantan pengguna narkoba. Selain itu juga orang gila serta anak-anak yang sengaja dibuang orang tuanya di sekitar pondok.

“Tetapi yang paling banyak mantan pengguna narkoba. Tiap tahun jumlahnya bertambah. Mereka berasal dari seluruh penjuru nusantara, termasuk Malaysia,” kata pengasuh Ponpes Metal Muslim Al Hidayat, KH Nuskholis, Minggu (18/10/2020).

Sama seperti kasus narkoba, santri yang hamil di luar nikah juga cukup banyak. “Jika ditotal yang hamil di luar nikah ada 140 santri. Selain mengaji, mereka juga sekolah dasar di luar pondok,” katanya.

Dia besyukur banyak para santri insaf begitu mondok di tempatnya. Setelah mengikuti terapi dan pendalaman ilmu agama, mereka sembuh dan bisa pulang ke rumahnya masing-masing.

“Mereka yang sembuh sudah bisa diterima keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, mayoritas para santri yang menimba ilmu agama Islam merasa kerasan di pesantren. Selain merasa terlindungi, mereka juga sudah mendapat ilmu dan bisa mengaji. Karena itu, banyak para santri enggan pulang meski sudah sembuh.

Untuk memudahkan pengawasan, para santri ditempatkan terpisah, sesuai jenis, usia dan masalahnya. Masing-masing untuk anak-anak usia 10-12 tahun, perempuan, orang dengan gangguan jiwa, serta pengguna narkoba.

Salah seorang santri, Agus mengatakan, selain mengajar para santri di dalam pondok, pengasuh Ponpes Metal juga rutin menggelar pengajian di masjid kampung. Kegiatan ini selalu penuh diikuti jemaah dari berbagai daerah dari luar kota. 

"Ngajinya setiap hari Minggu. Jemaahnya selalu banyak, dari warga luar daerah," ujarnya.

Sumber : iNews.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel