Saat Ribuan Warga Mojokerto Dihipnotis Agar Patuhi Protokol Kesehatan

Warga menjalani hipnoterapi protokol kesehatan (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Ribuan warga Kabupaten Mojokerto menjalani terapi hipnotis (hipnoterapi) agar mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Hipnoterapi tangguh Semeru yang digelar Polres Mojokerto ini menjadi rekor dunia baru.

Terapi hipnotis dipusatkan di ballroom hotel di Jalan Benteng Pancasila. Sekitar 70 warga Mojokerto dari berbagai kalangan menjalani hipnoterapi di tempat ini. Wakapolres Kompol David Prasojo dan Kanit Dikyasa Satlantas Polres Mojokerto Ipda Edy Widoyono dipilih menjadi terapis atau pemateri.

Hipnoterapi massal diikuti langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh, serta perwakilan Kodim 0815 dan Polres Mojokerto Kota.

Tidak hanya itu, ribuan warga Kabupaten Mojokerto yang tersebar di 236 desa juga mengikuti hipnoterapi secara daring. Peserta dari setiap desa mencapai 30 orang dari berbagai kalangan. Tentunya para peserta juga mematuhi protokol kesehatan selama proses terapi. Yaitu memakai masker dan menjaga jarak satu sama lain.

Terapi hipnotis ini rupanya cukup efektif menumbuhkan kesadaran para peserta terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Tak sedikit peserta menangis saat para terapis menggambarkan betapa pedihnya kehilangan anggota keluarga karena virus Corona. Sehingga mereka sadar mematuhi protokol kesehatan menjadi cara untuk membentengi diri dari paparan COVID-19.

"Saat ditunjukkan visual pemakaman korban COVID-19, saat disuruh membayangkan kehilangan keluarga karena virus Corona, saya menangis. Saya menjadi sadar betul mematuhi protokol kesehatan sangat penting," kata Ali Said, salah seorang peserta hipnoterapi kepada wartawan di lokasi, Sabtu (24/10/2020).

Hal senada dikatakan Catur Prasastya (32), peserta hipnoterapi asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Dia mengaku tersentuh hatinya untuk selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan setelah mengikuti terapi hipnotis.

"Mengenanya lebih ke hati. COVID-19 tak perlu ditakuti, tapi terpenting membentengi diri dengan protokol kesehatan dan hidup sehat. Ini akan saya sebar luaskan, setidaknya memberi contoh memakai masker dengan benar, menjaga jarak satu sama lain dan selalu membawa hand sanitizer," ujarnya.

Manfaat hipnoterapi juga dirasakan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo. Dia berharap metode ini mampu membuat masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan karena kesadaran. Bukan karena adanya pengawasan dan hukuman dari pemerintah.

"Memang kalau konsentrasi betul dan mengikuti dengan seksama, ada situasi yang refresh sehingga itu tertanam di ruang kesadaran kita paling dalam. Itu bisa direcall setiap waktu untuk mengingatkan kita untuk selalu mematuhi protokol kesehatan," terangnya.

Himawan juga berharap, seluruh peserta hipnoterapi tangguh Semeru yang tersebar di 236 desa menjadi pahlawan protokol kesehatan. Yakni mereka berperan aktif mengajak orang-orang di sekitarnya mematuhi protokol kesehatan. Sehingga Kabupaten Mojokerto bisa terbebas dari COVID-19.

"Mudah-mudahan kalau Kabupaten Mojokerto bisa menjadi zona kuning, kami akan coba lagi mengadakan acara yang sama. Kami nanti minta tolong Kapolres dan jajarannya melakukan seperti ini di wilayah-wilayah kami," tegasnya.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, program inovatif hipnoterapi tangguh Semeru ini diluncurkan untuk melengkapi berbagai upaya yang selama ini dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri. Yaitu meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan semua masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan untuk memutus penyebaran COVID-19.

Tak tanggung-tanggung, hipnoterapi ini diikuti sekitar 10.000 warga Mojokerto dari berbagai kalangan yang tersebar di 236 desa. Dia berharap, para peserta menjadi agen perubahan yang membantu pemerintah menyadarkan masyarakat lainnya agar selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan.

"Karena disiplin adalah vaksin untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Tanpa disuruh, tanpa dipaksa dan tanpa diawasi, protokol kesehatan menjadi bagian masyarakat Kabupaten Mojokerto. Sehingga zona oranye bisa menjadi kuning bahkan hijau atau bebas dari COVID-19," jelasnya.

Hipnoterapi massal yang digelar Polres Mojokerto dicatat sebagai rekor dunia baru oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID). Yakni sebagai program inovatif peningkatan disiplin penerapan protokol COVID-19 melalui hipnoterapi tangguh Semeru massal dan serentak di 236 desa se-Kabupaten Mojokerto pertama di dunia.

"Program ini sangat bagus karena meningkatkan kesadaran kita mematuhi protokol kesehatan. Bukan karena diawasi, tapi kesadaran dari dalam. Ini menginspirasi Indonesia dan dunia," tandas Ketua Umum LEPRID Paulus Pangka.

Rekor dunia tersebut diserahkan langsung Paulus kepada Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander. LEPRID juga memberikan medali dan piagam penghargaan kepada orang-orang yang membuat program hipnoterapi tangguh Semeru ini terwujud hingga memecahkan rekor dunia.

Yaitu kepada Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran dan Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander sebagai pemrakarsa program hipnoterapi tangguh Semeru, Wakapolres Kompol David Prasojo dan Kanit Dikyasa Ipda Edy Widoyono selaku pemrakarsa dan pemateri, serta Kasat Lantas AKP Randy Asdar dan Kasat Reskrim AKP Rifaldhy Hangga Putra sebagai penyelenggara.

Sumber : detik,com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel