Saat Polwan Cantik Ademkan Demo Omnibus Law di Tuban


Tuban - Gelombang demo tolak omnibus law juga digelar di Tuban. Massa mulai berdatangan di depan gedung DPRD kabupaten Tuban dengan membawa sejumlah poster dan spanduk bertuliskan tuntutan dan penolakan disahkannya UU Cipta Karya oleh DPR RI.


Dari pantauan di lapangan, unjuk rasa terbagi menjadi tiga gelombang. Massa pertama datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang langsung melakukan orasi di depan kantor DPRD. Mereka sempat berusaha merangsek masuk ke halaman gedung namun berhasil dihalau oleh polisi. Selanjutnya massa ditemui dan diterima aspirasinya oleh Ketua DPRD Tuban.

"Saya bersama rekan-rekan, saya bersama sahabat-sahabat semua untuk berjuang dalam rangka menegakkan keadilan, menegakkan undang-undang dasar 1945," jelas ketua DPRR Tuban Miyadi, Kamis (8/10/2020).

Sebagai bukti dukungan kepada para pengunjukrasa, Miyadi juga menandatangani petisi penolakan omnibus law UU cipta karya.


Melihat massa yang kepanasan di bawah terik matahari dan agar suasana tidak tegang, aksi simpatik dadakan dilakukan para polwan cantik. Dengan senyuman humanis, para polwan membagi-bagikan air mineral, permen, serta bunga kepada para pendemo.

Gelombang aksi demo kedua datang dari PMII (Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia), mereka juga membawa tuntutan yang sama yaitu penolakan omnibus law. setelah ditemui Miyadi dan menandatangani petisi, Massa dari PMII kemudian kembali menuju kantor sekretariat PMII untuk bubar.

Dan aksi demo ketiga dari Aliansi darurat Agraria/GERAM (gerakan rakyat melawan) dan serikat pekerja KC FSPMI kabupaten Tuban. Selain membawa tuntutan yang sama, mereka juga menuntut agar Ketua DPRD Tuban membuat surat penolakan terhadap undang-undang omnibus law kepada DPR RI.

Ditemui di lokasi unjuk rasa, Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan untuk pengamanan unjuk rasa di Tuban diterjunkan 300 personel demi amannya unjuk rasa.

"Terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada peserta unjuk rasa karena aksi unras dilakukan dengan tertib dan aman meski di bawah terik matahari. Tadi juga sempat rekan polwan bagi bunga, air mineral permen, ya bentuk simpatik saja kepada sesama warga Tuban," ujar Ruruh.

Seperti diketahui sejak disahkannya Undang-undang Omnibus law oleh DPR RI pada 5 Oktober lalu, gelombang penolakan terjadi di berbagai daerah di Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Tuban yang puncaknya hari ini tanggal 8 Oktober 2020.

Sumber : detik.com


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel