Cerita 3 Bayi Kembar di Nganjuk Beredar hingga Banyak yang Ingin Adopsi

Ibu dari 3 bayi kembar di Nganjuk, RY (22) (tengah)/Foto: Sugeng Harianto

Nganjuk - Beredar cerita wanita di Nganjuk melahirkan 3 bayi kembar hingga berutang Rp 43 juta. Akhirnya, banyak orang yang ingin mengadopsi bayi tersebut.

Namun ibu dari 3 bayi kembar tersebut, RY (22), tidak berniat menyerahkan darah dagingnya untuk diasuh orang lain. Ia bertekad membesarkan 3 buah hatinya itu meski harus seorang diri. Sebab suaminya, DH (27), telah meninggal dunia sekitar sepekan setelah si kembar lahir.

"Kami ndak boleh diadopsi. Ingin merawat sendiri," ujar RY saat dikonfirmasi detikcom di kediamannya, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, persalinan tiga bayi kembar itu dilakukan dengan operasi di Klinik Bersalin Al Gozali, Kecamatan Loceret, Nganjuk pada 3 November 2020. "Berat bayi mulai pertama Diva 2,3 kg, Dava 2 kg dan Davi 1,8 kg. Sehingga pulang akhir tanggal 11 November saat ayahnya meninggal dunia itu," imbuhnya.

"Insyaallah keluarga kami akan merawatnya sendiri," paparnya.

Pantauan detikcom, orang yang ingin mengadopsi bayi tersebut tidak hanya dari Nganjuk. Namun juga dari Sukoharjo, Jateng.

"Saya tahunya viral di Facebook. Terus saya cari alamat ini. Pertama ingin silaturahmi dan kedua ingin mengadopsinya," ujar seseorang yang ingin mengadopsi, Suparmin (55).

Warga Kecamatan Grogol, Sukoharjo itu sangat berharap bisa mengadopsi bayi tersebut. Sebab, ia sudah 20 tahun menikah namun belum memiliki keturunan.

"Saya sudah 20 tahun menikah belum punya anak. Maka jauh-jauh dari Sukoharjo saya ke Nganjuk. Tapi belum jodoh," imbuhnya.

Warga datang silih berganti menemui RY, ingin mengetahui apa yang sebenarnya dialami. Sebelumnya diberitakan, beredar cerita wanita di Nganjuk melahirkan 3 bayi kembar hingga berutang Rp 43 juta. Ia berutang kepada saudara dan tetangga.

Namun menurut RY, biaya persalinan itu hanya Rp 36 juta. Ia sudah membayar lunas ke klinik bersalin tersebut, dengan uang bantuan dari saudara dan tetangga.

Ia juga menegaskan, uang dari saudara dan tetangga itu sebagai bantuan, bukan pinjaman. Jadi ia tidak punya kewajiban untuk menggantinya.


Sumber : detik.com


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel