Detik-detik Longsor di Pacitan Menyeret Truk Sejauh 250 Meter

Longsor di Pacitan menyeret truk warga (Foto: Istimewa)
Pacitan - Musibah banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Sabtu (15/11/2020) menyisakan trauma bagi para korban. Ini seperti dialami puluhan warga Dusun Ngelo, Desa Gembuk. Bencana datang begitu cepat hingga mereka tak sempat menyelamatkan harta benda.

"Jam 1 siang sudah mulai hujan lebat, kemudian kemudian air mulai membesar. Jam 02.30 WIB air sungai meluap, kemudian di jalan mulai ada banjir bandang," tutur Nugroho Eko Prabowo, Kepala Desa Gembuk terkait awal musibah, Senin (16/11/2020).

Kejadian berikutnya cukup mengerikan. Tebing yang berada di belakang permukiman longsor. Lokasinya sendiri berada di RT 01 RW 04 Dusun Ngelo. Material yang terbawa longsor langsung memporakporandakan dua rumah warga.

"Yang satu rumah milik Pak Suranto. Semua (bagian rumah) terbawa longsor. Harta bendanya ikut terbawa longsor termasuk satu mobil engkel dan sepeda motor," tambah Nugroho.

Kerugian lainnya, lanjut kades, berupa isi rumah yang tak dapat diselamatkan. Di sebelah rumah tersebut juga terdapat kios yang biasa digunakan untuk memproduksi batako. Tak hanya merusak bangunan, isi kios pun ikut hancur.

"Kemudian yang di sebelahnya ada rumahnya Pak Siswo Pranoto yang mengalami rusak pada bagian dapur. Kemudian di sebelahnya lagi ada rumah Pak Hariadi bagian teras dan ruang tamunya ikut terkena," imbuh Nugroho.

Tidak itu saja, bencana juga berdampak pada rumah ibadah. Masjid yang berdiri di antara permukiman mengalami kerusakan pada bagian pagar dan tempat wudhu. Kerusakan diduga terjadi karena tertimpa pohon.

"Truk milik Pak Suranto yang sedang diparkir terseret hingga 250 meter dari lokasi semula. Adapun panjang longsoran sekitar 400 meter," papar kades.

Meskipun tergolong dahsyat namun bencana longsor yang melanda Desa Gembuk tidak menelan korban jiwa. Hal itu karena kesiapsiagaan pemerintah desa dan warga masyarakat. Begitu terjadi hujan deras, warga diminta menyelamatkan diri ke balai desa.

Hingga saat ini 87 orang masih bertahan di balai desa setempat. BPBD bersama petugas gabungan tampak memeriksa kesehatan sekaligus membagikan kebutuhan pokok bagi pengungsi. Sebuah alat berat mulai dikerahkan untuk pembersihan sisa longsoran.

Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel