Ombak Sempat Sentuh Atap Rumah, Warga Kenjeran Surabaya Merinding

Pesisir Kenjeran Surabaya/Foto: Esti Widiyana

Surabaya - Ombak mengamuk di pesisir Kenjeran Surabaya. Air masuk perkampungan dengan ketinggian 50 cm dan ada yang sampai menyentuh atap rumah.

Angin kencang dan ombak besar itu mulai terjadi pada Rabu (11/11) pukul 21.00 WIB. Deburan ombak besar berlangsung hingga pukul 02.00 WIB, dini hari tadi.

Peristiwa itu baru pertama kali dirasakan warga. Deburan ombak itu dirasa lebih tinggi dari yang sebelumnya pernah terjadi.

Masuknya air laut ke perkampungan juga baru pertama kali dialami warga Nambangan Gang 3. "Semalam paling parah dari tahun-tahun sebelumnya. Sampai naik ke atap rumah," kata warga Kampung Nelayan Nambangan Gang 3, Heni Retnowati (43) kepada detikcom, Kamis (12/11/2020).

Bahkan, tanggul di bibir laut Kenjeran sampai pecah. Rumah warga juga ada yang sampai rusak karena hantaman ombak.

"Rumah-rumah mungkin ada yang rusak. Pinggir tanggul, itu yang sampai pecah-pecah gitu," imbuhnya.

Setelah deburan ombak mereda, warga langsung membersihkan rumahnya masing-masing. Banyak pasir, karang dan sampah yang naik ke perkampungan.

Hingga pukul 11.00 WIB, ombak masih terbilang tinggi tetapi perlahan surut. "Sekarang masih tinggi ombaknya, tapi tidak setinggi semalam," imbuhnya.

Peristiwa itu membuat warga Kampung Nelayan takut. Warga merinding dan berdoa semoga tidak ada sesuatu yang terjadi.

"Takut, berdoa aja semoga ndak ada apa-apa. Kalau lihat ombak sama anginnya merinding, tapi sudah kebiasaan," pungkasnya.

Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel