Pria Asal Sumenep Nekat Gorok Lehernya di Bandara Hasanuddin Karena Ditinggal Rombongan

Petugas menunjukkan lokasi tempat dimana pria asal Sumenep, Sandi menggorok lehernya sendiri karena diduga depresi ditinggal rombongannya di Bandara Sultan Hasanuddin, menuju Timika, Senin (16/11/2020). Foto: SINDONews/Najmi S Limonu

MAROS - Diduga depresikarena ditinggalkan rombongannya menuju Timika, Seorang pria asal Sumenep, Jawa Timur, Sandi, nekat menggorok lehernya sendiri, Selasa, (17/11/2020).

Dia baru ditemukan oleh pihak security bandara setelah tersungkur dan bersimbah darah di sisi kiri terminal keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin, di area loading dock. 

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Iwan Risdianto mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh security bandara. Security menemukannya, setelah mendengar ada suara teriakan kesakitan. Namun beberapa jam sebelum kejadian, salahsatu karyawan Angkasa Pura Hotel, Rian di lokasi Loading Dock yang merupakan area terlarang bagi calon penumpang. Yang bersangkutan sempat ditegur, karena area tersebut bukanlah area publik, sehingga Rian memintanya untuk keluar.

“Sebelum kejadian itu, korban sempat ditegur oleh karyawan kami, karena telah memasuki area khusus menurunkan barang-barang untuk tenant yang ada di Bandara. Dia diminta untuk keluar. Tapi yang bersangkutan tidak mengindahkan teguran itu. Sampai akhirnya si Rian ini meninggalkannya di situ,” jelas Iwan saat ditemui di terminal keberangkatan. (Baca Juga: Kapolsek Bandara Sultan Hasanuddin Ajak Warga Patuh Pakai Masker)

Irwan menambahkan, tak lama ditinggalkan Rian itulah, korban sudah ditemukan telah bersimbah darah oleh security. Saat ditemukan, ada bekas goresan benda tajam di leher korban. “Diduga korban melukai lehernya sendiri dengan menggunakan pecahan beling. Itu terlihat dari goresan di lehernya yang menyebabkan korban banyak mengeluarkan darah. Kuat dugaan, ini merupakan pencobaan bunuh diri,” terangnya.

Iwan menjelaskan, berdasarkan informasi yang di dapatnya, korban merupakan penumpang pesawat dari Banjarmasin menuju Timika. Namun dia terpisah dari rombongannya. Kuat dugaan inilah yang membuat dia depresi karena ditinggalkan oleh temannya. “Informasinya dia datang bersama 6 orang teman lainnya. Namun dia terpisah dari rombongannya. Mungkin inilah yang membuat dia depresi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bandara, Iptu Asep Widianto menambahkan, saat ini korban sedang menjalani perawatan di RS Angkatan Udara Dody Sarjoto. Pasalnya, akibat gorokan di leher yang dilakukan Sandi itu, membuat luka mengenganga sepanjang 15 cm.

“Saat ini korban sudah sadarkan diri, dan sudah bisa diajak komunikasi. Dari keterangannya dia mengaku putus asa, karena ditinggalkan oleh rombongannya yang sudah terbang ke Timika, sementara dia sendiri tidak memiliki uang, baik untuk pulang apalagi berangkat ke Timika," terang Kapolsek mengutip ucapan Sandi.

Karena luka yang dialami cukup parah, maka diambil langkah tindakan medis oleh dokter RS Dody Sarjoto. Pihak kepolisian pun telah berkooordinasi dengan keluarga Sandi yang ada di Sumenep. “Terkait biaya tindakan medis yang akan dilakukan oleh tim dokter, kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarganya. Kami tinggal menunggu info selanjutnya dari keluarganya," pungkasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel