Pria Ngaku TNI Pacari Anak Pemilik Warung, Terus-terusan Pinjam Uang hingga Ibu Tanya ke Markas TNI

Perwira TNI gadungan NI (tengah) saat sudah diamankan oleh aparat
TNI AD dan diserahkan kepada kepolisian, pada Kamis (12/11/2020)

BALI - Seorang pria berinisial NI mengaku sebagai Perwira TNI AD di Denpasar, Bali.

Modusnya mengaku TNI itu digunakan untuk memacari dan menipu warga.

Akibatnya, TNI gadungan itu ditangkap oleh TNI AD di kediamannya di Kepaon, Denpasar, Rabu (11/11/2020).

Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia, S.S., menjelaskan kronologis terungkapnya kasus TNI gadungan tersebut, berawal pada bulan September 2020, saat itu NI sedang makan di warung Ikan Bakar Bu Parto dan NI kemudian menjadi pelanggan tetap di warung Ikan Bakar tersebut.

"NI sebagai pelanggan tetap, kemudian terjalin komunikasi yang semakin akrab antara saudara NI dengan J Pemilik warung ikan bakar tersebut yang beralamat Jalan Raya Pemogan. J juga memiliki seorang putri yang masih kuliah atau berstatus mahasiswi, berinisial AN," ungkapnya kepada Tribun Bali, Jumat (13/11/2020).

Dari hari ke hari, singkat cerita, NI kemudian menjalin hubungan dengan AN, anak dari Ibu J.

"Karena mulai merasa dekat dengan keluarga Ibu J kemudian NI meminjam uang sebesar Rp 1.500.000 pada bulan Oktober 2020 dengan jaminan sebuah laptop," ujarnya.

Masih di bulan Oktober 2020 itu, NI kembali mendatangi warung tersebut, yang bersangkutan mengaku sebagai Anggota TNI AD yang berpangkat Kapten dan berdinas di Intel.

"Dengan akal bulusnya ini, NI meminjam uang untuk kedua kalinya sebesar Rp 8.500.000 dengan alasan peminjaman tersebut untuk menalangi anggotanya yang lagi berdinas dengan alasan kalau di TNI pengajuan uang tidak bisa langsung cair," paparnya.

Melihat hubungan anaknya dengan NI semakin akrab, selanjutnya Ibu J berencana menemui yang bersangkutan untuk memastikan apakah NI benar anggota TNI AD atau bukan.

Pada Rabu 11 November 2020 pukul 10.30 Wita, Ibu J dan anaknya AN mendatangi Piket Prajaraksaka Kepaon untuk mengecek kebenaran NI yang mengaku sebagai anggota TNI AD yang berpangkat Kapten.

Kemudian J dan AN diterima oleh Perwira Pengawas Satri Praja Raksaka Kepaon, Kapten Hadi Siswanto yang saat itu berdinas sebagai Piket Kesatriaan.

Setelah menerima laporan dari Ibu J kemudian Perwira Piket menghubungi Serka Kadir Anggota Tim Intel Korem 163/Wira Satya dan Letda CPM Reno Denpom IX/3 Denpasar untuk melaksanakan koordinasi tentang kebenaran anggota yang berdinas di Intel berinisial NI.

"Pukul 11.00 Wita Serka Kadir dan Letda CPM Reno dari Denpom IX/3 Denpasar tiba di Ksatrian Praja Raksaka Kepaon untuk berkoordinasi terkait dengan laporan Ibu J dan selanjutnya diadakan penyelidikan terhadap NI," tuturnya.

Kemudian, Kapten Hadi Siswanto bersama dengan Letda CPM Reno dari Denpom IX/3 Denpasar dan Serka Kadir dari Tim Intel Korem 163/Wira Satya pukul 12.30 Wita menuju ke tempat Kos NI yang sudah diketahui alamatnya di Jalan Merta Sadi Nomor 1, Banjar Mertasari Kepaon.

"Di tempat itulah aparat mengamankan yang bersangkutan yang mengaku sebagai anggota TNI AD. Saudara NI kemudian dibawa ke Piketan Kesatrian Prajaraksaka Kepaon untuk dimintai keterangan dengan hasil bahwa dirinya mengaku sebagai Anggota TNI AD untuk mencari uang dengan menipu orang lain," terangnya.

Pelaku NI dan korbannya Ibu J serta anaknya AN dibawa ke Sub Denpom IX/3 Denpasar untuk dimintai keterangan.

"Dari hasil pemeriksaan pelaku merupakan tentara gadungan yang mengaku sebagai Perwira TNI AD berpangkat Kapten," sebutnya.

Sumber :  TRIBUNNEWS.COM

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel