Seorang Pesepeda Tewas Dianiaya ODGJ di Rancaekek Bandung

Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung - Nasib malang dialami pria lansia, Suhendi Ridwan alias Erwin (64) yang menjadi korban pemukulan oleh orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) hingga tewas. Kejadian pemukulan tersebut terjadi di sekitaran kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (12/11).

Kapolsek Rancaekek Kompol Imron Rosyadi membenarkan kejadian tersebut. Pemukulan tersebut terjadi pada Kamis sekira pukul 14.00 WIB di dekat pintu rel kereta api di Desa Rancaekek, Rancaekek, Kabupaten Bandung.

"Jadi kemarin hari Kamis ada warga masyarakat di pintu rel Rancaekek, dia naik sepeda pulangnya, kemudian ada orang gila. Saat dia melintas di rel kereta api dia dipukul pake kayu," ujar Imron Rosyadi saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/11/2020).

Imron mengatakan, korban diduga mengalami luka parah pada rahang kirinya. Akibat pukulan tersebut, korban pun dilarikan ke rumah sakit di Bandung. Namun sayang, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

"Terus langsung diselamatkan oleh warga ke Puskesmas Rancaekek. Terus dirujuk ke RS AMC, ke AMC juga karena kurang lengkap jadi dirujuk RS terdekat yaitu di Al Islam. Kemudian malamnya sekitar jam 11 malam korban meninggal dunia," terang Imron.

"Jadi karena pembuluh darah atau tersumbat darah di belakang. Dipukul di daerah rahang, kemudian mengakibatkan tersumbatnya darah, kata keterangan dari keluarga yang menemani di rumah sakit," tambangnya.

Sementara itu, terduga pelaku pemukulan, Atep Saefulloh (43), pun diamankan oleh petugas kepolisian. Namun, berhubung pelaku dalam kondisi memiliki gangguan jiwa maka petugas memilih membawanya ke RSJ Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Dari keterangan keluarga, kata Imron, terduga pelaku sudah mengalami gangguan jiwa selama hampir belasan tahun. Ia sering kali berdiam diri di dekat rel, yang menjadi lokasi kejadian pemukulan.

"Terus upaya yang kami lakukan secara kemanusiaan, karena orang gila, udah puluhan tahun (alami gangguan jiwa) dia juga diupayakan mau di RS Sakit Jiwa. Kemarin juga saya upayakan keluarganya, karena keluarganya kurang mampu, saya bawa ke rumah sakit jiwa, di Cisarua," ucap Imron.

"Kita paksain (ke RS) supaya dia dirawat di sana, Alhamdulillah sudah dirawat di sana," paparnya.


Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel