Siti Tewas Tersambar Kereta di Semarang Saat Beli Sayuran, Begini Kejadiannya

Polisi saat menunjukan lokasi wanita tersambar kereta di Perlintasan kereta api tanpa palang pintu KM 5+3 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Kota Semarang, Sabtu (28/11/2020). 

SEMARANG - Siti Nurjayanti (53)  meninggal dunia setelah tersambar kereta api, Sabtu (28/11/2020) sekira pukul 06.00 WIB. 

Warga Jalan Sidodrajat 12, Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Kota Semarang ini meninggal dunia setelah tersambar kereta api barang 2507A dari arah timur ke barat di perlintasan kereta api tanpa palang pintu KM 5+3 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Kota Semarang. 

"Iya kejadian tadi pagi, korban tidak langsung meninggal dunia tetapi kejang-kejang terlebih dahulu sehingga dipanggilkan Ambulance Hebat," tutur seorang penjaga palang pintu, Satiman (70) saat ditemui di lokasi kejadian. 

Menurutnya, sebelum kejadian nahas tersebut, korban baru saja berbelanja sayuran untuk sarapan. 

Korban belanja di seberang rel kereta sehingga harus menyeberang perlintasan kereta api ganda tanpa palang pintu. 

Setelah berbelanja, korban pulang dengan berjalan kaki dari arah utara ke selatan. 

Di rel kereta sisi utara melintas kereta penumpang dari arah barat ke timur sehingga korban menunggu terlebih dahulu. 

Selepas kereta api itu melintas, korban berjalan untuk menyeberangi rel yang ada di sisi selatan. 

Nahas, di perlintasan rel itu melaju kereta barang dari timur ke barat yang tak disadari oleh korban. 

"Korban akhirnya tersambar  kereta hingga terpental sekira 5 meter ke arah utara," paparnya. 

Satiman ketika kejadian tidak bisa mendekat lantaran menjaga perlintasan kereta api Jembatan Sukarela yang berjarak 200 meter dari lokasi kejadian. 

Namun ada seorang rekannya dan warga setempat yang melihat kejadian itu lantas menghubungi ambulance Hebat. 

Korban meninggal dunia dalam perawatan ambulance Hebat. 

Korban kemudian dibawa pulang oleh keluarganya untuk di makamkan.

"Kejadian warga tertabrak kereta di perlintasan tanpa palang pintu tersebut untuk tahun ini memang baru sekali. 

Namun tahun kemarin ada empat kejadian hingga korban meninggal dunia," beber  Satiman. 

Sumber : TRIBUNNEWS.COM
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel