Terbakar Semalam, 95 Persen Kios di Pasar Weleri Kendal Ludes

Proses pendinginan kebakaran Pasar Weleri. (Foto: Saktyo Dimas R/detikcom)
Kendal - Kebakaran besar melanda Pasar Weleri pada Kamis (12/11) malam baru bisa dipadamkan pukul 05.00 WIB tadi. 95 persen kios di pasar tradisional dua lantai itu ludes terbakar.

Petugas pemadam kebakaran gabungan dari Kendal, Kota Semarang dan Batang berjuang keras memadamkan api yang terus membesar semalam, karena banyak dagangan dari para pedagang yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar.

Hingga Jumat (13/11) pagi, pemadam kebakaran dari sektor Kendal masih berupaya melakukan pendinginan di sejumlah titik api. Upaya ini dilakukan agar titik api tidak membesar lagi.

"Api baru bisa dipadamkan pukul 05.00 WIB pagi dan saat ini kami masih melakukan pendinginan di sejumlah titik api," kata Toni Ari Wibowo, Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal saat ditemui detik.com di lokasi kejadian, Jumat(13/11/2020) pagi.

Tony menjelaskan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui penyebab dari kebakaran tersebut. Pihaknya tengah fokus dalam proses pendinginan terlebih dahulu.

"Untuk dugaan awal akibat konsleting listrik dari salah satu kios pedagang, tapi lebih pastinya biar Labfor dari Polda Jateng (yang menjelaskan)," jelasnya.

Ia mengatakan konsleting listrik itu diduga terjadi di lantai 2 bagian tengah. Hal itu dari keterangan saksi yang melihat api muncul dari lantai tersebut.

"Saat ini masih dalam proses pemadaman, Kami tengah melakukan pendinginan pasar," tambahnya.

Akibat kebakaran ini, sebagian besar kios yang berada di lantai satu dan dua Pasar Weleri hangus terbakar. Belum diketahui pasti kerugian maupun jumlah kios secara keseluruhan yang terbakar.

"Bangunan kios yang di lantai satu dan dua hampir keseluruhan sekitar 95 persen hangus terbakar. Kami juga belum bisa mengetahui jumlah kiosnya dan kerugiannya," ujarnya.
Proses pendinginan kebakaran Pasar Weleri (Foto: Saktyo Dimas R/detikcom)
Kerumunan warga yang menonton sangat mengganggu proses pemadaman dan pendinginan. Toni berharap warga maupun pedagang tidak mendekati lokasi kejadian.

"Saya harap warga segera meninggalkan lokasi dan pedagang juga diharapkan menjauh dulu agar kami bisa selesai memadamkan apinya," pungkasnya.

Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel