Teror Semut Serbu Banyumas, Ular Pun Dibuat Tak Berkutik

Warga Banyumas diteror semut, pohon hingga rumah diserbu (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Banyumas - Warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas tiga tahun ini diteror semut yang menyerbu pohon hingga rumah mereka. Teror semut ini pun sampai membuat ular tak berkutik.

Semut-semut ini diduga berkembang biak di salah satu penggergajian kayu di Desa Pageraji. Diduga, semut itu terbawa dari kayu yang dibawa dari Lampung.

"Tidak ada semut lain, selain (semut) ini sekarang di sini. Rayap, gronteng, rang-rang kalah semuanya, ular pun di sini kalah. Ular pernah kelihatan di sini," kata salah satu warga RT 3 RW 3 Desa Pageraji, Kharisma (29), kepada detikcom, Minggu (15/11/2020).

"Jadi pas lagi lewatin jalan ada ular lewat, padahal cuma ngelewatin gerombolan semut ini itu bisa ularnya muter-muter. Ternyata diserang semut ini, padahal ular lho. Sudah tiga tahun lebih ini (diteror semut)," sambungnya.

Kharisma menuturkan warga juga sudah berupaya melakukan penyemprotan dengan obat antiserangga. Namun, tidak juga mempan dan justru membuat semut makin bertambah dan menganggu aktivitas warga.

"Kalau ada yang disemprot, nantinya itu kayak serbuan, tembok-tembok, lantai luar biasa banyaknya. Ya sudah sangat meresahkan sudah sangat menganggu, ya menyerang, lagi tidur aja kena, jadi misal habis makan terus cuci tangannya kurang bersih, tidak harus makanan, ada bau-bau apa yang kira-kira menarik mereka itu pas tidur menyerang," urainya.

Menurut warga lainnya, Munjiat karakter semut itu terbilang agresif. Saat menggigit tak hanya rasa gatal tapi juuga pedih yang dirasakan warga.

"Mengganggunya itu nggigit sama di mata pedih, semutnya juga agresif, misalnya kita ganggu justru nyerang. Semutnya kalau musim kemarau itu lagi dingin jarang. Tapi kalau musim musim kayak gini, musim hujan keluar, terutama malam hari bisa lebih 10 sampai 20 kali lipat dari siang," tutur Munjiat saat ditemui terpisah.

Sementara itu, menurut Ketua RW 3, Desa Pageraji, Slamet Sunardi mengatakan teror semut itu dilaporkan muncul di 30 rumah warganya. Semut itu juga dikabarkan muncul di Desa Langgongsari yang berbatasan dengan RW-nya.

"Bahkan malah sudah ada di Langgongsari itu wilayah desa sebelah sudah melampaui wilayah. Semutnya sama karena ada rambatan pohon ke sana," ucapnya.

Selanjutnya petugas pun mengerahkan water cannon untuk menangani teror semut tersebut...

Untuk penanganan hari ini BPBD Kabupaten Banyumas dan kepolisian melakukan penyemprotan. Water cannon pun dikerahkan untuk menyemprot lokasi yang diduga sarang semut tersebut. Water cannon itu dimanfaatkan untuk menyemprotkan 6 ribu liter pestisida ke lokasi penggergajian kayu di Desa Pageraji.

"Upaya yang dilakukan, yang pertama pembakaran kayu-kayu yang sudah lama dan menjadi sumber semut, ribuan, jutaan bahkan miliaran semut. Selain dibakar, hari ini juga kita semprot (menggunakan water cannon) bekerja sama dengan Polresta Banyumas melakukan penyemprotan pakai pestisida," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti.
Petugas mengerahkan water cannon untuk meredam teror semut
di Desa Pageraji, Banyumas Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Titik menerangkan penanganan dilakukan dengan menyemprot pestisida ke rumah dan pohon warga. Dia juga mengerahkan water cannon untuk menyemprot lokasi gergajian kayu yang diduga menjadi tempat berkembang biak semut tersebut.

"Karena ini kayu-kayunya dari Lampung, kemungkinan (semutnya terbawa) kayu-kayu dari Lampung itu awalnya," jelas Titik.

Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel