Terpisah 35 Tahun, Wanita Inggris Ini Cari Orang Tua Kandung di Sleman

Postingan Emmanuella Tanzil yang mencari
orang tua kandungnya. Foto: Tangkapan layar
foto di medsos

Sleman - Emmanuella Tanzil, wanita kelahiran Indonesia yang saat ini tinggal di Inggris, tengah mencari orang tua kandung. Upaya pencarian itu salah satunya dia posting di akun Instagramnya, @emmanuellatanzil.

"Saya sudah tahu kalau saya anak adopsi sejak lama. Tapi tahun 2020 ini saya nggak ada logika cuma dorongan hati harus mencari takut kalau terlambat. Akhirnya bulan Agustus saya mulai mencari," kata Emmanuella saat dihubungi wartawan, Senin (2/11/2020).

Selama 35 tahun atau sejak lahir, dia sudah terpisah dari orang tua kandungnya. Perempuan kelahiran 9 September 1985 yang saat kecil diberi nama Theresia ini sangat ingin kembali bertemu dengan orang tua kandungnya.

"Ya naluri manusia ya, yang ingin bertemu ibu kandung," sambungnya.

Emmanuella kecil mulai curiga, saat duduk di bangku kelas 6 SD ada temannya yang menyebut dirinya tidak mirip dengan kedua orang tuanya.

"Orang tua (angkat) saya kulitnya putih karena ada keturunan China-Indonesia sedangkan saya kulitnya hitam. Tapi selalu bilang saya ada keturunan dari nenek karena keturunan Yogya-Tionghoa," kisahnya.

Beranjak SMP, ia menemukan foto ibunya yang diambil bulan Juli 1985 dengan perut yang tidak membesar atau hamil. Hingga akhirnya ketika dewasa dan sudah menikah, suami Emmanuella menyarankan agar ia menanyakan asal-usul lebih detail kepada orang tuanya.

"Tahun 2012 saya pindah ke Inggris bersama suami dan 2014 punya anak kembar. Mulai dari situ ada rasa penasaran. Suami saya tidak ada keturunan kembar. Mungkin ibu saya atau saya kembar atau saya punya kembaran," ungkapnya.

Diadopsi dan dibawa ke Jakarta pada Mei 1986, Emmanuella memiliki alasan kenapa ia memilih Sleman sebagai lokasi pencarian orang tua kandungnya. Dari kisah yang ia tuturkan, Emmanuella mengaku diadopsi dari RS Pura Ibunda, Samirono, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Pada Agustus 2020, ia mulai mencari asal-usulnya ke lima panti asuhan yayasan di Yogyakarta, namun hasilnya nihil. Termasuk datang ke rumah sakit tempat ia pertama kali diadopsi.

"Saya cari ke lima tempat, yayasan hasilnya nihil. Saya juga datang ke RS Putra Ibunda tapi sekarang sudah tutup permanen dan berganti menjadi RS An Nur," jelasnya.

Ia pun telah mencoba menghubungi dokter pemilik RS Pura Ibunda. Hasilnya juga nihil karena data-data tak disimpan.

"Dulu, mami-papi (orang tua adopsi) dibawa ke RS tersebut oleh saudara yang memang tinggal di Yogya. Tapi tante juga tidak ada info lainnya, beliau dan anaknya membantu saya mendapatkan nomor telepon dokter Lukas, pemilik RS itu," bebernya.

Ia selanjutnya mendapatkan nomor kontak bagian administrasi dari rumah sakit itu. Namun, juga tidak menemui hasil.

"Saya telepon dua pekan lalu, tetapi jawabannya kurang jelas, seperti mengelak pertanyaan saya. Dan usul untuk melihat masa depan, tidak lihat ke belakang," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menceritakan jika sebelumnya belum ada niatan untuk menyampaikan tentang niatnya mencari orang tua kandungnya ke orang tua adopsinya. Sekalipun, orang tua adopsi yang sempat mengunjunginya ke kediamannya di Liverpool pada 2015 dan 2017 silam. Namun, ia tak sampai hati untuk bertanya.

"Bulan September ini saya baru terbuka dengan mami. Dan mami hanya menginfokan kalau nama saya sebelum diadopsi adalah Theresia," ucapnya.

Emmanuella juga sudah melacak identitas orang tua kandung pula lewat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sleman. Terbaru, ia mendapatkan kabar bahwa Dinas Sosial Sleman berkenan membantunya.

Yang ia ketahui, kebijakan adopsi pada era 1986 jauh berbeda dengan saat ini, karena disposisi adopsi tidak melewati Dinas Sosial.

"Surat disposisi (dibantu pencarian asal-usul) sudah keluar Senin pekan lalu dari Dinsos Sleman. Rencana dinas sosial akan bantu saya kunjungan ke ibu pengurus yayasan yang beroperasi di RS tersebut," paparnya.

Informasi lain yang ia miliki dari mami, Emmanuella memiliki saudara yang tinggal di Kota Yogyakarta. Namun dari saudara tersebut, ia tak mendapatkan banyak informasi.

"Karena saudara mami hanya mengantar mami-papi ketika mengadopsi. Karena dokter pemilik RS kenal dekat dengan keluarga mereka," ungkapnya.

Tak banyak informasi lain soal identitas orang tua kandungnya. Ia hanya punya ciri fisik yang menonjol pada dirinya.

"Tanda lahir di punggung kiri, kira-kira 5 cm, bentuk oval. Untuk identitas orang tua kandung tidak tahu," kata dia.

Hingga kini, Emmanuella terus berupaya mencari orang tua kandungnya. Ia mengandalkan bantuan dari warganet, baik di Instagram, Facebook maupun Twitter.

"Sejauh ini memang belum ada perkembangan. Sementara ini saya mencoba menelusuri gereja-gereja terdekat dari RS tersebut karena banyak yang usul seperti itu," pungkasnya.


Sumber : detik.com


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel