Tertunduk Menahan Tangis di Depan Anggota DPR, Pemulung yang Baca Al Quran: Iya, Pak, Mau Ketemu Ibu

Dedi Mulyadi saat menerima Akbar bersama Ayahnya di kediamannya
di Subang pasa Kamis (6/11/2020) malam(KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG)
Muhammad Ghifari Akbar (16) hanya bisa menundukkan kepala menahan tangis ketika mengungkapkan mimpinya di hadapan anggota DPR, 

Dedi Mulyadi. Akbar menyatakan, ribuan kilometer telah ia lewati, berbagai kota ia datangi. Tujuannya, mencari sang ibu yang telah meninggalkannya sejak ia berusia delapan bulan. 

"Iya mau, Pak. Mau ketemu sama ibu," tutur Akbar sembari menundukkan kepala menahan tangis. 

"Saya yakin kamu akan bisa ketemu sama ibu," ujar anggota DPR Dedi Mulyadi yang mengundang Akbar ke rumahnya. 

Dijadikan direktur hingga guru ngaji

Akbar bersama kakek neneknya dan Makmun Gunawan saat ditemui di rumah kakek neneknya, setelah pada Rabu (4/11/2020) malam diantar pulang pengurus pondok pesantren Al Hilal Geger Kalong, Bandung.(KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG)
Tersentuh dengan kisah hidup Akbar, Dedi pun akan mengangkat remaja tersebut sebagai direktur bank sampah yang ada di kampung Dedi. 

Sebab, selama bertahun-tahun, Akbar memang hidup di jalanan sebagai pemulung. 

"Kan dia kerjanya pungut sampah. Itu tidak boleh hilang. Dia konsen pada sampah dan kelola sampah. Dia akan menjadi direktur bank sampah di Lembur Pakuan (Subang)," kata mantan bupati Purwakarta itu. 

Akbar yang juga memiliki kemampuan membaca Al Quran akan dijadikan guru mengaji. 

Apalagi, Akbar bermimpi mendirikan pondok pesantren sendiri. 

"Sekarang kan dia ngajar ngaji sudah bisa, nanti bisa sambil ngajar ngaji anak-anak kecil, setelah itu saya juga mau datangkan kiai buat ngajar Akbar kitab kuning,” kata Dedi. 

Dedi juga akan memfasilitasi remaja itu untuk bisa mengambil paket belajar agar bisa memiliki ijazah dan berkuliah hingga perguruan tinggi.


Bermula foto membaca Al Quran viral, ini perjalanan kisah Akbar 

Muhammad Ghifari Akbar (16) sudah sejak bertahun-tahun menjalani hidup di jalanan. 

Mencari ibunya ialah tujuan yang membuat Akbar tak pernah takut menghadapi dinginnya angin malam maupun teriknya matahari. 

Beberapa kota di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Lampung telah didatanginya demi mencari sang ibu. 

Ibu Akbar pergi meninggalkan dirinya saat masih bayi. Sedangkan sang ayah menikah lagi. 

Bermodal sarung, Al Quran dan pakaian yang ia kenakan, remaja putus sekolah asal Garut ini menjalani hari-hari sebagai pemulung. 

Di sela-sela mencari barang bekas, dia tak lupa menjalankan shalat lima waktu dan menyempatkan membaca Al Quran di mana pun berada. 

Hal itu sesuai dengan amanat dari kakek dan nenek Akbar. Bahkan beberapa waktu lalu, fotonya sedang membaca Al Quran di pelataran toko di Jalan Braga, Kota Bandung viral di media sosial. 

Akbar awalnya tak mengetahui fotonya viral hingga kisahnya tersebar dan menggugah hati banyak orang.


Sumber :  KOMPAS.com




Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel