Terungkapnya Inskripsi Masjid Menara Kudus Usai Karpet Digulung Gegara Corona

Penampakan inskripsi di lantai Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

Kudus - Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus mengungkapkan ada inskripsi yang selama ini belum dipublikasi. Inskripsi itu terdapat di dua saka atau tiang penyangga masjid yang diperkirakan merupakan tanda perbaikan atap Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.

"Jadi yayasan sudah mengetahui sudah lama, memang selama ini tidak pernah istilahnya itu kita publikasi ke luar, itu tidak pernah, secara resmi tidak pernah. Jadi kalau seandainya, kita main logika itu kan ditutup dengan karpet, pada saat pergantian tidak terketahui kan lucu. Jujur kita sendiri, saya pribadi sudah mengetahui 10 tahun yang lalu," kata Humas Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, Denny Nur Hakim kepada detikcom saat ditemui di kompleks Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus, Sabtu (21/11/2020).

Pantauan detikcom, lantai masjid kini tidak terpasang karpet. Sebelumnya selama ini di lantai masjid terpasang karpet. Setelah karpet digulung karena pandemi virus Corona, keindahan lantai Masjid Al-Asha Menara Kudus semakin terlihat.

Lantai dengan ornamen lantai teraso berwarna hijau membuat masjid peninggalan Sunan Kudus itu menambah kesan sejuk dan damai. Belum lagi terdapat tiang saka yang berwarna cokelat terbuat dari kayu dan bangunan gapura di dalam masjid. Hal tersebut menambah suasana khusuk di masjid yang dibangun Sunan Kudus pada abad ke 15 M.

Sedangkan inskripsi terdapat di dua saka atau tiang penyangga Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. Ada dua macam inskripsi yang tertulis. Pertama dalam bentuk tulisan angka dan huruf. Serta satunya bertuliskan dalam bentuk tulisan Arab. Inskripsi itu bertuliskan 14X53 M serta 4II73 H di dekat tiang penyangga dalam masjid.

Lebih lanjut, kata Denny mengatakan, bahwa tulisan inskripsi tersebut ada dua. Yakni berangka dan bertuliskan huruf Arab. Kata dia jika dicocokkan dengan kalender Masehi, inskripsi yang angka menunjukkan 14 Oktober 1953 atau bertepatan dengan hari Senin Wage. Sedangkan untuk inskripsi 41173H (semula bertuliskan arab) jika dibaca adalah 4 Safar 1373 Hijriyah.

"Yang angka kapital ini 14 Oktober 1953 Masehi. Sedangkan tuliskan Arab itu 4 Safar tahun 1373 Hijriyah. Nah inskripsi ini ada dua, yang berangka tahun ada dua, yang satu bertuliskan huruf Arab. Penulisannya berupa tanggal, yang mana tanggal tersebut sesuai dengan cerita itu perbaikan atap masjid," terang Denny.

Denny mengatakan inskripsi ini diperkirakan menandai tentang perbaikan atap Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. Namun tidak dipungkiri perbaikan yang lain juga dilakukan pada saat itu. Sejauh ini kata dia, sudah beberapa kali kompleks Masjid Al-Aqsha Menara Kudus dilakukan perluasan.

"Itu dibuat untuk menandai tentang peninggian (perbaikan) atap Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. Dalam bukunya Pak Sahwandi itu beliau menulis peninggian atap masjid. Itu tahun 1953. Dan mungkin juga ya, peninggian atap, namun bukan hanya atap saja. Mungkin juga pembenahan saka masjid juga bisa," kata dia.

"Masjid itu jauh sebelumnya Masjid Al-Aqsha dilakukan perluasan, seperti pada tahun 1918-1919 itu perluasan pertama, perluasan yang kedua terjadi 1927, nah perluasan ketiga 1933. Itu perluasannya ya," sambung Denny.

Saat ini, kata Denny karena lantai masjid tidak dipasang karpet sehingga peziarah yang datang bisa melihat inskripsi tersebut. Menurutnya, penggulungan karpet sudah direncanakan jauh sebelum ada pandemi. Kata dia dari pihak yayasan berencana tidak memasang karpet di lantai masjid.

"Saat ini masih terbuka, karena tidak memasang karpet lagi. Lha dengan adanya karpet yang kita gulung awal pandemi itu tujuannya penggulungan karpet untuk meminimalisir penyebaran virus Corona, kenapa? karena ditempat kita tempat religi tempat ibadah pasti dikunjungi banyak orang. Kita salah satunya menggulung karpet, setelah karpet itu terbuka kita," jelas dia.

"Nah awal itu sebelumnya kita punya niatan untuk membuka karpet rencana awal karpet kita akan tidak kita pasang, akan kita copot, karena belum bisa memastikan, kebetulan keduluan sama pandemi akhirnya kita copot. Dengan mantab kita menggulung karpet tersebut. dengan penggulungan karpet tersebut sehingga akhirnya kita bisa mengekspos penggulungan karpet tersebut," tandas Denny.

Kata akademisi tentang inskripsi di lantai Masjid Al-Aqsha Menara Kudus...

Terpisah, Dosen Filsafat dan Budaya IAIN Kudus Nur Said mengatakan belum melakukan kajian terkait penemuan inskripsi di lantai Masjid Al-Aqsha Menara Kudus. Meskipun demikian, Masjid Al-Aqsha Menara Kudus tidak lepas dari sosok Sunan Kudus. Kata dia kehadiran Sunan Kudus atau Syaikh Ja'far Shodiq di Kudus sangat berpengaruh dalam penyebaran agama islam secara damai di Jawa.

"Sementara keberadaan Sunan Kudus di daerah Kudus dan sekitarnya telah membawa perubahan yang sangat besar dari struktur sosial yang hirarkhis diskriminatif menuju tatanan sosial egaliter-religius di bawah semangat tauhidi. Sunan Kudus telah mendudukkan posisinya sebagai agent of acculturation di Kudus yang mampu mengkombinasikan aspek budaya lokal di satu sisi dengan nilai-nilai Islam di sisi lain," tambah Kang Said yang juga pemerhati sejarah Kudus saat dihubungi detikcom, hari ini.
Suasana Masjid Al-Aqsha Menara Kudus dengan inskripsi di lantainya, Sabtu (21/11/2020). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Senada diungkapkan Sejarawan Kudus, Edy Supratno. Menurutnya pihaknya sudah pernah membaca terkait dengan inskripsi tersebut. Hanya untuk lebih pastinya perlu untuk dilakukan kajian lagi.

"Pernah membacanya, tapi perlu baca lagi. Saya perlu cermati lagi (soal isi inskripsi terkait dengan perbaikan atap Masjid Al-Aqsha Menara Kudus," tambah Edy.

Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel