Tiduri Pacar 5 Kali hingga Hamil, Remaja 17 Tahun di Gresik Terancam Hukuman Enam Tahun Penjara

ILUSTRASI - TP (17), warga Kecamatan Benjeng, Gresik terancam hukuman penjara setelah tiduri pacar lima kali hingga hamil. 

GRESIK – TP (17), warga Kecamatan Benjeng, Gresik berhadapan dengan hukum, terancam hukuman penjara selama enam tahun.

Hal itu, akibat perbuat dugaan asusila terhadap pacarnya yang masih anak-anak, Senin (23/11/2020).  

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik, Siluh Candrawati, mengatakan, anak berhadapan hukum, inisial TP melanggar pasal 18 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak Juncto pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.

“Dalam dakwaan diuraikan bahwa anak berhadapan dengan hukum TP, dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan.  Tidak hanya sekali,  tetapi TP berhubungan layaknya suami istri sebanyak lima kali. Hal ini dipandang sebagai berbuatan yang berlanjut,” kata Siluh.

Lebih lanjut Silih mengatakan, dugaan tindak pidana persetubuan dilakukan pada Senin (19/12/2018).

“Selanjutnya, dilakukan bulan berikutnya sampai 5 kali.  Akibat perbuatan TP,  korban hamil dan melahirkan seorang putri,” imbuhnya.  

Persetubuhan dugaan asusila tersebut dilakukan anak berhadapan dengan hukum di rumah korban di ruang tamu.

“Hubungan layaknya suami istri itu dilakukan di rumah tamu di saat orang tua tidak di rumah,” imbuhnya

Menurut Siluh, dari keterangan para saksi, anak berhadapan dengan hukum TP ini merupakan pasangan kekasih yang sedang pacaran.

Kemudian, ada ajakan dan bujuk rayu yang dilakukan anak berhadapan dengan hukum untuk berhubungan layaknya suami istri.

“Perbuatan terlarang itu dilakukan keduanya pasangan yang masih dibawah umur. Akibatnya,  anak korban hamil dan saat ini telah melahirkan anak perempuan," jelasnya.

Sidang tertutup yang dipimpin hakim tunggal Fitra Dewi Nasution ditunda agenda pemerikasaan anak berhadapan dengan hukum.

Sumber : TRIBUNJATIM.COM
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel