Viral Petani di Jombang Hancurkan Semangka dan Blewah Hasil Panen

Viral petani hancurkan buah (Foto: Tangkapan layar)

Jombang - Video sekelompok petani menghancurkan semangka dan blewah di Jombang viral di medsos. Aksi menghancurkan buah hasil panen tersebut disebut wujud luapan kekesalan para petani yang gagal panen.

Video berdurasi 1 menit ini diunggah akun Instagram @ndorobeii satu hari yang lalu. Sampai siang ini, video tersebut dilihat 50.557 kali, disukai 2.549 kali, serta menuai 389 komentar dari warganet.

"Video kekesalan petani buah semangka dan blewah di Jombang karena gagal panen. Kekecewaan petani di Desa Rejosopingir, Kecamatan Tembelang yang gagal panen dikarenakan guyuran hujan," tulis akun @ndorobeii pada postingan video tersebut seperti dikutip detikcom, Minggu (1/11/2020).

Video viral ini memperlihatkan 4 petani beramai-ramai membanting semangka di lahan mereka. Sehingga semangka-semangka utuh itu hancur di atas tanah.

Disusul seorang petani mencacah sebuah blewah menggunakan pisau di tengah hamparan tanamannya. Dengan ekspresi kesal, pria ini beberapa kali memukulkan blewah ke mukanya sendiri. Dia lantas kembali mencacah buah tersebut hingga hancur di permukaan tanah.

"Ogak panen yo wes, ogak panen yo wes (tidak panen ya sudah)," ucap petani tersebut.

Video sekelompok petani menghancurkan semangka dan blewah hasil panen ini menuai komentar beragam dari para netizen. Tak sedikit netizen yang menyayangkan aksi tersebut. Banyak pula yang merasa kasihan dengan nasib para petani.

"Jangan kesel gitu dong kan yang nurunin hujan Allah," tulis akun @ervndys.

"Owalah mending semangkanya kasih yg membutuhkan inshaallah berkah," ujar akun @pradana_1953.

"Aduh sy ngerti perasaan petani bagaimana. Soalnya saya pernah merasakan jd petani semangka. Sdh tanam susah* org beli harga ga seberapa. Gagal panen pula semangkanya dikasihkan itik sama sapi," komentar akun @symsidarb.

Kepala Desa Rejosopinggir Yoyok Supriyanto membenarkan video yang viral tersebut direkam oleh para petani di desanya. Menurut dia, aksi menghancurkan semangka dan garbis hasil penen wujud kekesalan para petani.

"Itu sebagai luapan emosi saja. Musim hujan yang sekarang ini membuat petani agak syok (karena gagal panen. Walaupun sudah diprediksi musim hujan akan tiba," terangnya.

Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel