Warga Sriwedari Solo Geger : Bau Busuk Dikira Tikus Mati, Ternyata Ada Mayat Sudah 2 Hari di Ranjang

Proses evakuasi jenazah Tri Nugrahaningsih (53) dengan APD lengkap di Purwonegaran RT 1 RW 5, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Senin (30/11/2020). 

SOLO - Warga Purwonegaran RT 1 RW 5, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo dikagetkan dengan penemuan mayat, Senin (30/11/2020).

Sempat dikira tikus mati, ternyata mayat yang diketahui bernama Tri Nugrahaningsih (53).

Korban ditemukan tak bernyawa di atas ranjang rumah miliknya. 

Padahal beberapa warga sempat berpapasan dengan korban, Sabtu (28/11/2020) siang. 

Ketua RW 5, Suparno mengungkapkan warga sempat berpapasan dengan korban

"Hari Sabtu, korban jalan - jalan keluar dari rumahnya. Tukang-tukang samping rumahnya tahu," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

Kemudian perempuan yang sehari-harinya dikenal sebagi penjual makanan itu sudah berada di rumah saat sore hari. 

Perangkat RT setempat kemudian mengantarkan nasi bancaan peringatan 40 harian ke rumah korban. 

Ia mendapati pintu rumah korban terkunci.

Perangkat RT sudah mengetuk-ngetuk pintu namun apa daya tak ada jawaban. 

"Dikiranya korban sedang pergi, kemudian malam harinya dicoba lagi pintunya diketuk tapi tak ada jawaban," ucapnya. 

Kecurigaan warga perlahan muncul lantaran bau anyir menguar di sekitaran rumah korban, Minggu (29/11/2020).

Warga sempat mengira sampah yang masih menumpuk dan bangkai tikus menjadi biang keladinya.

Dibersihkanlah sampah-sampah yang ada di sekitaran rumah korban. 

Keesokan harinya, bau anyir itu tidak hilang dan semakin menyengat. 

Warga yang melintas kemudian mendapati sejumlah lalat berterbangan di sekitar jendela rumah korban. 

Warga tidak berani melihat lantas lapor ke perangkat RT dan RW setempat.

Mereka kemudian meminta Danton Linmas Kelurahan Sriwedari mengecek lokasi. 

"Jendela rumah dibuka dan didapati korban sudah meninggal dunia di atas ranjang," katanya. 

Perangkat RT dan RW setempat lantas membuat laporan ke Kelurahan Sriwedari yang langsung diteruskan ke Polsek Laweyan. 

Kapolsek Laweyan, AKP Ismanto Yuwono mengatakan laporan diterima sekira pukul 13.00 WIB. 

Polsek Laweyan kemudian langsung berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Puskesmas untuk proses evakuasinya.

Tim gabungan kemudian tiba dilokasi sekira pukul 14.00 WIB dengan berpakaian APBD lengkap. 

"Karena situasi pandemi kita mengutamakan protokoler kesehatan Covid-19," kata Ismanto. 

Korban berhasil dievakuasi sekira pukul 15.40 WIB dan langsung dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo sebelum akhirnya dimakamkan. 

"Tidak ada tanda - tanda kekerasan di tubuh korban," tandasnya.


Sumber : TRIBUNSOLO.COM
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel