7 Fakta Mengerikan dari Laka KA Brantas Vs Mobil Patroli TNI/Polri

Mobil patroli terlindas hingga masuk kolong kereta.
(Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen - Mobil patroli gabungan berisi dua anggota Polri dan seorang anggota TNI terlibat kecelakaan dengan Kereta Api (KA) Brantas di Sragen, Jawa Tengah. Dua orang ditemukan tewas dalam kejadian ini. Seorang lainnya hingga pagi ini masih dalam pencarian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom di lokasi kejadian, berikut ini sejumlah fakta yang terungkap dari kejadian nahas tersebut:

1. Terjadi di perlintasan tanpa palang pintu
Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah.

"Sekitar pukul 23.00 WIB mobil patroli gabungan tersebut tertabrak kereta api dari arah Pasar Senen (Jakarta) menuju Blitar, yang melintas di persimpangan perlintasan tanpa palang pintu," ujar Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, Senin (14/12).

2. Berisi tim gabungan TNI/Polri
AKBP Yuswanto Ardi mengatakan mobil patroli Polsek Kalijambe tersebut berisi dua orang anggota Polsek Kalijambe dan satu orang anggota TNI yang sedang melakukan patroli gabungan rutin.

3. Mobil terseret 100 meter
Karena terdorong laju kereta, mobil terseret hingga lebih dari 100 meter dari lokasi tabrakan. Kereta berhenti tepat di atas jembatan Kali Cemoro dan mobil dalam kondisi terlindas kereta.

4. Satu korban masih dalam pencarian
"Jenazah Aipda Samsul sudah berhasil dievakuasi. Jenazah Bripka Slamet sedang proses (evakuasi). Sedangkan jenazah anggota TNI atas nama Pelda Eka Budi, sadang dalam pencarian. Ada kemungkinan jatuh ke sungai. Jika tidak ditemukan di lokasi, akan dilakukan susur sungai setelah matahari terbit," lanjut Yuswanto.

5. Mobil ringsek hingga berkeping-keping
Mobil patroli jenis Mitsubishi Strada tersebut terlindas dan terseret hingga masuk ke dalam kolong bawah badan kereta. Ketika berhasil dievakuasi, kondisinya sudah rusak berat hingga berkeping-keping.

6. Lokasi di atas jembatan yang menyulitkan
Kapolres mengatakan, lokasi kecelakaan cukup menyulitkan karena berada di atas jembatan yang di bawahnya merupakan sungai dengan arus sangat deras. Proses evakuasi harus berhati-hati agar bangkai mobil tidak terjatuh ke sungai. Pantauan di lokasi, Sekitar pukul 03.00 WIB, mobil patroli baru bisa dilepas dari kolong kereta.

7. Tim pencari pasang jaring
Operasi pencarian di hari pertama keberadaan Pelda Eka Budi, anggota TNI korban kecelakaan mobil patroli yang tertabrak kereta api (KA) Brantas di Sragen, Jawa Tengah, belum ditemukan. Rencananya akan dilanjutkan pencariannya di hari Selasa ini.
Mobil patroli Polsek Kalijambe tertabrak Kereta Api (KA) Brantas di Sragen, Jawa Tengah. Akibat kecelakaan ini mobil ringsek, dua orang tewas dan satu orang hilang. (Foto: Kartika Bagus)
Penyelaman akan dilakukan, dengan catatan cuaca di hulu sungai tidak hujan. Pasalnya karakteristik Kali Cemoro kerap terjadi kiriman air setiap terjadi hujan di daerah hulu. Selain itu batunya cukup tajam serta arus bawah yang kencang.

Sebagai langkah antisipasi, relawan juga telah memasang jaring di Jembatan Sari. Diharapkan, kalau memang Pelda Eka meninggal dan tercebur ke sungai, setelah 24 jam dari kejadian jasadnya bisa mengambang ke permukaan.


Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel