Akal Bulus Pencuri, Usai Beraksi Tebar Fitnah Dengan Tarug Sandal Korban di Mess Korban Lainnya

Tim Inafis Polrestabes Semarang melakukan oleh tempat kejadian perkara pencurian di mess pelatih di Pusat Kegiatan Kepramukaan (Puskepram) Candrabirawa di dukuh Karanggeneng, Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, Selasa (15/12/2020). 
SEMARANG -- Dalam satu malam, pencuri yang diduga lebih dari satu orang membobol satu rumah dan mess di Kota Semarang, Selasa (15/12/2020) dini hari.

Para maling tersebut menyatroni satu rumah warga dan satu mess pelatih di Pusat Kegiatan Kepramukaan (Puskepram) Candrabirawa Jateng.

Dua lokasi yang didatangi maling hanya berjarak sekira 50 meter di dukuh Karanggeneng, Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang.

Korban Ifan (25) mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada dini hari tadi.

Dia ketika menyadari adanya aksi pencuriaan sewaktu hendak salat tahajud sekira pukul 02.00 WIB.

Dia kaget lantaran handphone yang ditaruh disebelahnya telah raib.

Begitupun dengan handpone milik dua temannya yang tidur bersebelahan dalam satu ruangan kamar seluas sekira 3 x 4 meter.

"Kami tidur di lantai dua mess tersebut, tidak hanya handphone laptop kami juga raib digondol maling," bebernya kepada Tribunjateng.com.

Dia menyebut, sebanyak tiga handphone dan tiga unit laptop raib.

Semua barang berharga tersebut mereka taruh di ruangan tersebut.

Total kerugian yang mereka alami ditaksir Rp 20 juta.

"Kami tinggal di sini hampir dua minggu, rencana hari ini pulang ke kota masing-masing ada yang Kabupaten Semarang, Demak dan Pati.

Namun kami batal pulang selepas ada musibah ini," ungkapnya.

Warga asal Kabupaten Semarang ini menjelaskan, maling masuk ke ruangan lantai dua gedung tersebut dari sisi utara menggunakan tangga sepanjang sekira 3 meter.

Pelaku hampir dipastikan lebih dari satu orang.

Mereka naik ke lantai dua menggunakan tangga lantas masuk ke kamar mereka melalui jendela.

Setelah itu mereka beraksi menggasak handphone dan laptop.

Anehnya, tidak ada jejak kaki di ruangan tersebut padahal di luar tanah becek disebabkan gerimis yang mengguyur di malam sebelumnya.

"Setelah kami periksa di sekitar lokasi ada kaus temen yang dilempar di luar tak jauh dari gedung.

Kami periksa kaus itu kotor penuh lumpur. Dugaan digunakan pelaku untuk membersihkan jejak kaki mereka," ujarnya.

Menurut Ifan, pihaknya juga mencari di sekitar ke lokasi dengan menyisir ke lingkungan warga.

Ternyata ada satu warga di dekat lokasi juga rumahnya dibobol.

"Jadi tangga yang mereka gunakan untuk naik ke gedung mess pelatih milik warga yang jadi korban.

Kami mensinyalir mereka beraksi dulu di rumah warga tersebut kemudian menyasar ke mess," katanya.

Selain itu, lanjut Ifan, sandal warga tersebut juga tertinggal di mess tersebut.

Sebaliknya, dua pasang sandal milik dua orang teman Ifan dibawa oleh pelaku.

"Dua sandal teman saya dibawa, sandal milik warga malah ditinggal bersama tangga yang mereka bawa dari rumah warga," bebernya.

Dia menambahkan, aksi komplotan maling itu terhitung rapi.

Mereka beraksi dengan tertata dan nyaris tanpa meninggalkan jejak.

Tak hanya sekali, sebelumnya gedung sekretariat Puskepram Candrabirawa Jateng tahun ini juga pernah dibobol.

"Kejadian ini sudah kami laporkan ke Polsek Gunungpati.

Semoga para pelaku lekas tertangkap," imbuhnya.

Sementara itu, korban lain, Latifah mengaku, rumahnya dibobol maling bersamaan dengan kejadian pencurian di mess pelatih Puskepram Candrabirawa.

Dari kejadian itu, dia mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp 2,5 juta dan satu unit handphone bermerek Xiaomi.

"Maling masuk dari pintu samping rumah yang ketika kejadian lupa dikunci. Begitupun Pintu depan dan jendela depan tak ada bekas yang dibobol," terangnya saat ditemui Tribunjateng.com.

Dia menuturkan, suaminya sebelum kejadian sempat menonton televisi hingga pukul 23.00.

Setelah itu pergi ke kamar untuk beristirahat.

Pagi harinya selepas salat subuh mereka melihat ada beberapa anak muda dari mess pelatih pramuka seperti mencari sesuatu di depan rumah.

Ketika dihampiri mereka ternyata baru saja mengalami aksi pencurian.

"Kami awalnya belum sadar kalau kami juga dibobol maling.

Selepas suami saya mau ambil handphone yang sedang dicas ternyata sudah tak ada.

Kami curiga lalu memeriksa uang kami, benar saja uang buat belanja dan modal jualan yang kami simpan di empat dompet ludes semua," terangnya.

Dia mengatakan, tangga yang digunakan oleh para pelaku merupakan miliknya yang ditaruh di samping rumah.

Lalu sepasang sandal milik pelaku di tinggal di depan pagar rumah.

"Sepasang sandal milik suami saya juga dibawa oleh pelaku lalu ditinggal di mess pelatih.

Entah apa maksud pencuri itu, kami curiga mereka ingin memfitnah dengan meninggalkan tangga dan sandal suami saya," tandasnya.

Tim Inafis Polrestabes Semarang sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.

Tribunjateng.com masih berusaha mengkonfirmasi kasus tersebut ke pihak Kepolisian.


Sumber : Tribunnews.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel