Astaga! Korban Terus Berjatuhan Tersengat Jebakan Tikus Listrik di Jatim

Seorang remaja tewas terkena jebakan tikus listrik di Ngawi (Suaraindonesia.co.id)
Ngawi - Satu demi satu petani di Ngawi meregang nyawa tersengat jebakan tikus listrik yang mereka pasang di sawah. Kali ini seorang pemuda bernama Febri Kurnia Sandi (19) warga Dusun Gulungan, Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi.

Febri tewas di area persawahan masuk Dusun Krajan, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron pada Selasa (22/12/2020). Kematian Febri ini menambah daftar jumlah korban mati akibat jebakat tikus ini.

Ceritanya, korban yang masih remaja tersebut hendak mencari belut. Namun naas diduga kaki korban menginjak seutas kawat jebakan tikus yang beraliran listrik, Sandi pun tewas dalam kondisi sudah terbujur kaku.

"Korban ditemukan sekitar pukul 19.30 WIB, saat itu pemilik sawah Nur Azizam warga Kedungputri bermaksud untuk melihat jebakan tikus. Namun dirinya justru menemukan korban dalam keadaan terlentang sudah tak bernyawa," kata Suparni Kepala Dusun Krajan, seperti dikutip dari suaraindonesia.co.id, media jejaring suara.com.

"Korban ini sebetulnya tidak sendiri, saat mencari belut di ketahui korban bersama rekannya yang bernama Wawan. Ketika kejadian wawan berlari ke arah jalan raya kemudian teriak minta tolong. Saya mendapatkan laporan lantas ke lokasi dan kemudian saya melaporkan ke Kepala Desa," ucap Suparni.

Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas kepolisian bersama Tim Indentifikasi Polres Ngawi langsung mengambil sidik jari korban dan memintai keterangan beberapa saksi. 

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Teguhan untuk dilakukan Otopsi. Barang bukti berupa 1 gulung kawat, 1 batang lampu penanda dan 1 buah pisau milik korban ikut diamankan pihak kepolisian.

Sebelum kasus kematian menimpa Febri, empat petani juga tewas karena jebakan tikus selama dua pekan. Empat petani yang tewas tersebut, yakni Katno (45) warga Ngale, Kecamatan Paron, selang dua hari yakni Hadi Sutrisno (70) warga Mangunharjo, Kecamatan Ngawi.

Kemudian, Suparji (55) warga Campurasri Karangjati dan terakhir ditemukan tewas pada Sabtu 19 Desember 2020 bernama Ruslan (60) Warga Gandri Pangkur.

Bukan cuma di Ngawi, di Mojokerto juga dua kali kasus kematian. Dua-duanya menimpa petani. Lalu di Tuban pun sama, dua orang dilaporkan tewas terkena jebakan tikus listrik di sawah.

Paling tragis terjadi di Bojonegoro, Jawa Timur. Empat orang yang masih satu keluarga tewas bersamaan di sawah lantaran terkena jebakan tikus listrik. Beberapa hari kemudian seorang warga juga dikabarkan meninggal di sawah di Bojonegoro.



 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel