Banjir Bandang Terjang 3 Desa di Madiun, Warga dan TNI Berjibaku Selamatkan Nenek Renta

Upaya penyelamatan terhadap seorang nenek yang rumahnya diterjang banjir di Desa Klumitan, Kecamatan Saradan, Kabupaten madiun, berlangsung dramatis. Foto/iNews TV/Wahyu Efendi
MADIUN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun , selama tiga jam, memicu terjadinya banjir bandang yang menerjang tiga desa. Warga bersama aparat TNI berupaya keras melakukan evakuasi terhadap lansia yang terjebak banjir bandang .

Di tengah derasnya arus banjir bandang yang menerjang wilayah Desa Klumitan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun , pada Selasa (29/12/2020) tengah malam, anggota TNI, relawan, bersama warga mengevakuasi seorang nenek renta yang rumahnya telah dikepung banjir bandang .

Juri, salah seorang warga Desa Klumitan, mengatakan, banjir bandang terjadi setelah wilayah Saradan, dan lereng Gunung Pandan, diguyur hujan deras lebih dari tiga jam. "Air sungai meluap dan menggenangi rumah warga serta jalan. Arusnya sangat deras," tuturnya.

Kepala BPBD Kabupaten Madiun , Mochamad Zahrowi mengatakan, banjir kali ini terjadi secara mendadak dengan ketinggian bervariasi antara 80-150 centimeter (cm). "Ada 150 kepala keluarga terdampak banjir bandang dan diungsikan ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

Selain di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, banjir bandang juga menerjang Desa Sumbersari, dan Desa Kedungmaron, yang masuk wilayah Kecamatan Pilangkenceng. Belum ada laporan korban jiwa dalam bencana banjir bandang ini, namun warga terdampak banjir bandang harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk menghindati jatuhnya korban.



 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel