Gerebek Hotel Melati, Aparat di Klaten Temukan Pasangan Kumpul Kebo Sedang Ngamar

Petugas Satpol PP Klaten menyisir hotel untuk mencari pasangan tak resmi yang ngamar di Hotel di Klaten , Selasa (22/12/2020)
KLATEN -- Petugas gabungan melakukan razia dalam operasi pekat di sejumlah hotel melati dan jalanan kawasan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (22/12/2020) siang.

Sejumlah pasangan tak resmi pun dijaring, bahkan pengamen, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di Kabupaten Klaten juga turut terjaring.

Masing-masing akan menyisir di sepanjang Jalan Solo-Jogja hingga di Kecamatan Delanggu dan tim lainnya menyisir jalan Solo-Jogja hingga Kecamatan Prambanan.

Saat menyisir di hotel melati di Kecamatan Jogonalan, petugas tidak menemukan satupun pasangan tidak resmi.

Kemudian, petugas menyisir sejumlah hotel melati di Kecamatan Prambanan.

Ketika berada di wilayah Prambanan, petugas mendapatkan 3 orang pengamen dan 3 pasangan tidak resmi di wilayah Kecamatan Prambanan.

Sementara itu, petugas di wilayah timur berhasil mendapati 4 pasangan tidak resmi dan sejumlah PGOT yang sedang mangkal di pinggir jalan Jogja Solo.

Kepada TribunSolo.com, Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Klaten, Rabiman mengatakan menegakan perda menjelang perayaan natal dan tahun baru.

Selain itu operasi yang diikuti TNI Kodim 0723, Polres Klaten dan Dinsos P3AKB, ini untuk
menciptakan situasi kondusif di Kabupaten Klaten.

“Operasi ini dilakukan dalam rangka penegakan Perda 27 Tahun 2002 dan Perda 13 Tahun 2013 menjelang perayaan natal dan tahun baru untuk menciptakan situasi kondusif diwilayah Klaten”,kata Rabiman, Selasa (22/12/2020) siang.

Kemudian Rabiman menyebutkan hasil temuan dari operasi pekat tadi siang

Ia mengaku pihaknya mendapatkan 6 PGOT dan 7 pasangan tak resmi.

"Pasangan tidak resmi hampir mayoritas wajah baru, untuk itu nanti kita akan lakukan pembinaan dan wajib lapor selama 20 kali," ucap Rabiman.

Sementara itu gelandangan dan orang terlantar akan lakukan pembinaan ke rumah singgah di Kecamatan Jogonalan.

“Operasi ini kedepannya akan terus kami laksanakan, mengingat banyaknya laporan dari masyarakat terkait maraknya penyakit masyarakat yang kami terima," ujarnya.



 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel