Kades di Grobogan Ditangkap Dalam Kondisi Linglung Usai Hisap Ganja di Rumahnya

Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan menjelaskan perkara kejahatan narkotika yang menjerat oknum kades di Mapolres Grobogan, Senin (21/12/2020).
GROBOGAN - Seorang kepala desa berinisial AS (50) di Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ditangkap karena dugaan kepemilikan narkoba jenis ganja.

Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan membenarkan penangkapan AS.

AS ditangkap dalam keadaan linglung usai mengonsumsi ganja di rumahnya, Desa Karangpiang, Kecamatan Penawangan.

"Kami amankan yang bersangkutan beberapa hari lalu saat dini hari di kamarnya," kata Jury saat jumpa pers di Mapolres Grobogan, Senin (21/12/2020).

Menurut Jury, penangkapan bermula saat polisi menerima laporan dugaan penyalahgunaan narkoba di desa tersebut.

Setelah diselidiki, polisi menggerebek rumah AS.

Saat ditangkap, AS di bawah pengaruh narkoba.

Polisi menemukan beberapa linting ganja dalam kemasan minuman multivitamin yang disembunyikan di bawah meja.

Total ganja yang dimiliki sebanyak 22,50 gram.

"Pelaku tertangkap basah mengkonsumsi narkotika jenis ganja berikut barang bukti. Saat diinterogasi yang bersangkutan mengakui itu barang miliknya," kata Jury.

Atas perbuatanya, pelaku terancam diganjar Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, yakni hukuman maksimal 12 tahun penjara atau denda paling sedikit Rp 800 juta.

Di hadapan polisi, AS mengaku telah lama mengonsumsi narkoba jenis ganja.

Ia mengonsumsi barang haram itu untuk menenangkan pikiran.  

Pelaku memastikan mengonsumsi ganja untuk kepentingan pribadi dan tak memperjualbelikannya.

"Saya membeli ganja dari teman saya sopir di Jakarta. Saya menyesal, saya hanya ingin tenang karena banyak pikiran," kata Agus.
Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan menjelaskan perkara kejahatan narkotika yang menjerat oknum kades Karangpaing, Agus Santoso di Mapolres Grobogan, Senin (21/12/2020). (KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO)
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Grobogan Sanyoto menyayangkan perilaku tak pantas oknum kades tersebut.

Saat ini, pihaknya masih menunggu proses hukum yang berlangsung.

Menurut Sanyoto, pelaku bisa dikenai sanksi pemberhentian tidak hormat.

"Kami menunggu proses hukum dan ini sangat disayangkan. Yang bersangkutan bisa dikenai sanksi terberat, yakni pemberhentian secara tidak hormat," jelasnya




 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel