Lereng Gunung Lawu di Magetan Diterjang Air Bah, Sejumlah Fasilitas Umum dan Rumah Ambruk

MAGETAN - Sekitar dua tahun ini setiap musim penghujan, Kota Magetan, Jawa Timur yang berada di lereng gunung Lawu mulai diterjang air bah, banyak fasilitas umum rusak terkena air bah itu.

Ini ditengarai akibat, mulai gundulnya hutan gunung Lawu, berganti bangunan dan lahan pertanian.

Hujan deras yang turun Sabtu (12/12) sore, memporak porandakan fasilitas umum di sejumlah lokasi, bahkan sejumlah rumah warga ambruk tergerus air bah.

"Di Asabri 1, talud air yang baru dibuat DPU PR Kabupaten Magetan ambruk tidak kuat menahan derasnya aliran air dari atas, selain itu talud ini dibangun kelihatannya tanpa semen, pakai semen hanya untuk menutup nat nat batu, tapu antara batu dan batu hanya menumpang, jadi begitu air bah datang batu batu talud itu ambruk terbawa air," kata Ny Anik warga RT5/RW5, Perum Asabri 1, Magetan, Jawa Timur kepada Surya, Minggu (13/12).

Bahkan sudah beberapa musim penghujan ini, sejumlah jalan selalu banjir air bah setiap hujan turun. Tinggi air bah sampai sekitar satu meter seperti di Jalan Sukowati, depan kantor Samsat, Desa Tawanganom, Kecamatan/ Kabupaten Magetan, Jawa Timur arah ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Di jalan Sukowati arak ke terminal Magetan dan Kabupaten Ngawi, area Pasar Sayur sekitar banyak fasilitas umum, seperti trotoar, separator rusak terbawa air bah, juga aliran air yang terlihat dibangun tidak sesuai rencana anggaran biaya yang semestinya, jadi begitu air bah datang, talud aliran air ambrol.

Saat jalan Sukowati, Magetan kota dipenuhi banjir air bah, ratusan kendaraan roda dua, empat dan truk terjebai air bah setinggi satu meter itu.

Banjir air bah itu juga merobohkan dua rumah warga di Jalan Bangka, dan Jalan Jawa, Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan/ Kabupaten Magetan.

Dua rumah yang ambruk satu rumah di Jalan Bangka, milik pengusaha toko perhiasan emas,sen sen, yang ternyata berisi material tanah urug, ambruk karena tidak kuat menahan air yang mengguyurnya.

"Ambruknya rumah sen sen karena berisi material itu akhirnya menimpa rumah Pak Bejo Supriyadi yang berada di belakang di Jalan Jawa, rumah Pak Bejo Supryadi itu ambruk karena terkena material tanah urug yang disimpan dirumah sen sen itu," kata Haji Boby warga Jalan Jawa kepada Surya, Minggu (13/12).

Akibat terjangan air bah ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan harus membenahi sejumlah fasilitas umum yang rusak diterjang air bah itu secepatnya.

"Banjir air bah yang begitu besar ini karena ada tanggul sungai jebol. Tapi, alhamdulillah tidak sampai ada korban jiwa,"kata Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Pemkab Magetan, Elmi Kurniato, Minggu (13/12)

Menurut Elmi, kerugian akibat jebolnya tanggul sungai, Pemkab Magetan harus memperbaiki puluhan fasilitas umun yang rusak diterjang banjir air bah kemarin.

"Estimasi untuk memperbaiki fasum (fasilitas umum) mencapai ratusan juta, ini masih terus di data. Nantinya termasuk perbaikkan tanggul sungai yang jebol tergerus air bah itu," tandas Kepala Perkim Pemkab Magetan Elmi Kurnianto



 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel