Miris! ABG Cekoki Miras-Setubuhi Pacar yang Masih di Bawah Umur

Pers rilis ABG setubuhi kekasih bawah umur di Polres Kebumen, Jumat (18/12/2020). (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)

Kebumen - Seorang ABG di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tega menyetubuhi kekasihnya yang masih di bawah umur berulang kali. Sebelum melakukan aksi bejatnya, tersangka mencekoki korban dengan miras dan berjanji akan menikahinya.

Tersangka berinisial F (18) warga Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Remaja itu tega menyetubuhi kekasihnya yang masih SMP.

"Korban masih berusia 17 tahun. Tersangka melakukan persetubuhan kepada korban sedikitnya empat kali. Yakni dilakukan pada bulan November dan Desember 2020," kata Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama saat menggelar pers rilis di Mapolres Kebumen, Jumat (18/12/2020).

Piter menjelaskan aksi bejat tersangka terakhir dilakukan di rumah tersangka. Sebelum melancarkan aksinya, tersangka mengajak korban untuk jalan-jalan ke objek wisata. Namun di tengah perjalanan, tersangka mengajak korban ke rumahnya. Saat itu korban dipaksa minum minuman keras.

Tak hanya itu, untuk memuluskan aksinya, tersangka juga merayu dan berjanji akan menikahi korban.

"Mula-mula korban dibujuk akan diajak ke objek wisata Sempor. Namun di tengah perjalanan, tersangka mengajak korban ke rumahnya. Saat itu korban dipaksa minum minuman keras. Setelah mengkonsumsi miras, korban dipaksa menuruti syahwat tersangka. Untuk memuluskan aksinya, tersangka berjanji akan menikahi korban di kemudian hari," jelasnya.

Aksi bejat tersangka akhirnya diketahui oleh orang tua korban, hingga akhirnya tersangka dilaporkan ke pihak berwajib. Tersangka kemudian dibekuk petugas pada 8 Desember lalu saat berada di rumah korban.

Di hadapan petugas, tersangka mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukannya. Meski sudah menyesali perbuatannya, kini tersangka tetap harus berurusan dengan polisi.

"Ya saya mengaku menyesal," jawab F singkat.

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian korban. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Kebumen dan dijerat dengan pasal 81 UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.




Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel