Tak Pingsan Justru Teriak Jadi Alasan Pria Ini Bunuh Janda di Jombang

Polisi menunjukkan barang bukti yang disita dari tersangka (Foto: Enggran Eko Budianto)

Mojokerto - Supriadi alias Konting (34) membunuh Waras (53) karena tergiur dengan perhiasan korban. Tersangka tega menghabisi nyawa janda anak satu tersebut gara-gara korban berteriak saat dipukul menggunakan pelat besi.


Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan Supriadi berkenalan dengan Waras pada Kamis (17/12). Saat itu tersangka mampir ke warung nasi dan kopi milik korban di Dusun Bahudan, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben.

Perhiasan yang dipakai janda anak satu warga Dusun/Desa Wuluh itu membuat Supriadi tergiur. Bapak anak satu warga Dusun Dapet, Desa Mojodanu, Kecamatan Ngusikan itu pun merayu korban agar mau diajak berkencan.

Supriadi menjalin hubungan asmara dengan Waras agar mudah merampas perhiasan korban. Diam-diam dia menyiapkan sebuah pelat besi sepanjang 32 cm di depan warung korban pada Sabtu (19/12).

"Tersangka berniat menggunakan pelat besi itu untuk melukai korban. Kalau korban melawan akan dihabisi. Motifnya untuk memiliki perhiasan korban," kata Agung saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (28/12/2020).

Tersangka baru menjalankan aksinya pada Minggu (20/12). Supriadi datang ke warung Waras sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu korban minta diantar berkeliling untuk menagih utang.

Pria yang terkenal suka mencuri itu pun membonceng korban menggunakan sepeda motor Yamaha R15 nopol W 2953 ZM miliknya. Mereka lantas kembali ke warung Waras sekitar pukul 12.00 WIB.

Tersangka kemudian mengajak koban berhubungan layaknya suami istri di dalam warung tersebut. Namun, janda anak satu itu ingin beristirahat lebih dulu karena lelah. Tersangka lantas mengambil pelat besi yang dia siapkan, lalu menyusul korban ke tempat tidur di dalam warung.

"Tersangka memeluk korban dari belakang, lalu memukul kepala korban. Mereka belum sempat berhubungan suami istri," terang Agung.

Supriadi sebenarnya berniat hanya melumpuhkan atau membikin pingsan korban. Namun pukulan pertama tak membuat korban pingsan. Justru korban berteriak meminta pertolongan. Teriakan janda anak satu itu membuat tersangka semakin kalap. Sehingga dia memukul kepala korban 9 kali dan dada korban hingga 7 kali menggunakan pelat besi yang sama.

"Korban dibunuh karena sempat teriak," ungkap Agung.

Tersangka lantas menjarah gelang, cincin, ponsel, serta uang Rp 30.000 milik korban. Jasad korban baru ditemukan pembeli yang datang ke warungnya pada Minggu (20/12) sekitar pukul 16.30 WIB. Janda anak satu ini tergeletak bersimbah darah di atas tempat tidur di dalam warung tersebut. Dia tewas akibat pendaraan pada otak setelah terkena pukulan keras tersangka pada kepala belakangnya.

Tiga hari kemudian, Rabu (23/12) sekitar pukul 23.15 WIB, Supriadi diringkus di tempat persembunyiannya di hutan Desa Asemgede, Kecamatan Ngusikan, Jombang. Timah panas polisi bersarang di kaki kanannya karena kabur saat diminta menunjukkan barang bukti.

Akibat perbuatannya, Supriadi disangka dengan pasal 339 subsider pasal 338 juncto pasal 365 ayat (3) KUHP. Hukuman maksimal 20 tahun penjara sudah menantinya.


Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel