Tengah Malam, Makam di Mojokerto Dibongkar Warga, Apa yang Terjadi?

Makam Jamilin (50), beberapa jam setelah dilakukan pembongkaran. Usai dibongkar, jenazah yang diduga korban pembunuhan itu kembali dikebumikan. Tritus Julan/SINDONews.
MOJOKERTO - Pembongkaran makam Jamilin, 50, dilakukan oleh warga Desa Brayung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Pembongkaran dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Jamilin. Warga menduga, korban yang merupakan warga setempat adalah korban pembacokan.

Menurut keterangan, pembongkaran makam Jamilin dilakukan tengah malam oleh warga disaksikan anggota kepolisian dan TNI. Pembongkaran makam yang dilakukan Rabu (02/12/2020) pukul 23.30 WIB itu baru selesai menjelang subuh.

Usai dibongkar, jenazah yang belum genap sehari dikebumikan setelah diketahui tewas bersimbah darah di depan rumahnya itu dibawa ke RSUd dr Soekandar Mojosari untuk dilakukan autopsi. Siang tadi, jenazah korban kembali dikebumikan. ”Selesai dbongkar dan dibawa ke rumah sakit, lalu dikebumikan lagi,” terang Solikhin, warga setempat, Kamis (03/12/2020).

Hal senada juga dikatakan Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Johanna. Menurutnya, pembongkaran makam Jamilin dilatarbelakangi keresahan warga. Warga ingin polisi memproses pria yang diduga adalah pelaku pembunuhan terhadap Jamilin.

Tersangka bernama Khusnul Khuluq yang juga merupakan warga setempat itu diketahui mengidap gangguan jiwa. ”Warga ingin memastikan penyebab kematian korban dan ingin agar pelaku diproses hukum. Warga takut kalua pelaku kembali ke desa dan melakukan hal serupa (pembunuhan),” kata Johana dihubungi SINDONews.

Johana menyebut, beberapa saat setelah ditemukannya korban bersimbah darah di depan rumahnya, warga dan anggota kepolisian dibantu apparat TNI, melakukan evakuasi terhadap Khusnul Khuluq. Dalam evakuasi itu di rumahnya itu, Khuluq sempat melakukan perlawanan dengan membawa sebilah celurit.

Meski begitu, petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku dan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa, Lawang, Kabupaten Malang. Johana menyebutkan, tidak ada bukti jelas jika Khuluq adalah pelaku pembacokan terhadap Jamilin yang berujung kematian itu. Namun, ada dugaan kuat jika Khuluq-lah pelakunya.

”Saya sempat ikut evakuasi terhadap Khuluq. Saat saya mencongkel jendela rumahnya, dia (Khuluq) malah mengancam akan membacok saya seperti yang dilakukan terhadap Jamilin. Ini pengakuan Khuluq dan memperkuat jika dialah yang melakukan pembacokan hingga Jamilin meninggal dunia,” paparnya.

Tak ada saksi atas peristiwa pembacokan yang dilakukan Khuluq terhadap Jamilin. Namun Khuluq yang memiliki latar belakang gangguan jiwa, dalam waktu yang tak berselang lama juga melakukan pembacokan terhadap Suwari (50) yang juga tetangga Khuluq. ”Suwari yang dibacok lebih dulu. Dan dugaan kuat Jamilin adalah korban kedua,” paparnya.

Johana menambahkan, hari ini juga polisi telah memasang police line di rumah Khuluq. Beberapa saat setelah dilakukan evakuasi di rumahnya, pria berumur 40 tahun ini dibawa ke RSJ Lawang. ”Namun saat tahu ada tindakan kriminal, petugas RSJ Malang menolak merawat Khuluq. Saat ini dia diamankan di Mapolres Mojokerto,” pungkasnya.


 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel