Terlalu! 3 Bangkai Babi Jumbo Dibuang ke Sungai di Lereng Merapi Klaten

Tiga bangkai babi jumbo yang ditemukan di Sungai Tibayan, Klaten, Selasa (29/12/2020). (Foto: dok. Istimewa)
Klaten - Warga di lereng Gunung Merapi, Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, dikagetkan dengan penemuan tiga bangkai babi yang dibuang di Sungai Tibayan. Bangkai babi itu dikhawatirkan mencemari sungai yang dimanfaatkan warga.

Salah satu warga Desa Tibayan, Srimanto, mengatakan tiga bangkai babi berukuran jumbo itu ditemukan warga sekitar pukul 09.00 WIB tadi. Warga lalu melaporkan penemuan bangkai babi itu ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

"Tadi sudah dicek Bhabinkamtibmas dan Babinsa bersama warga. Bangkai babi ukuran besar," kata Srimanto saat dihubungi detikcom, Selasa (29/12/2020).

Srimanto mengatakan kondisi bangkai babi itu sudah membusuk. Diduga bangkai babi itu sudah dibuang dua hari sebelum ditemukan.

"Bangkai sudah melembung dan mulai busuk. Mungkin sudah dua hari jadi kena air berubah sehingga mulai menebar bau tidak sedap," jelasnya.

"Sejak ada Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) warga yang ke sungai untuk mencuci atau mandi hanya ada beberapa. Tapi kalau dibuang bangkai tetap bisa mencemari sampai kampung baunya," lanjutnya.

Srimanto menerangkan warga lalu mengevakuasi bangkai babi itu. Bangkai babi itu lalu dikuburkan di sekitar lokasi.

"Sejauh ini pelakunya siapa belum jelas. Setahu saya sekitar desa bahkan sejak dari Desa Ngupit ke barat dan Utara tidak ada yang ternak babi," ujarnya.

Srimanto menduga pelaku pembuangan bangkai babi itu bukan berasal dari desanya. Terlebih bangkai babi itu ditemukan di jembatan perbatasan yang sering melintas mobil.

"Ya di dekat jembatan dan aliran sungainya dari desa atas. Lokasi perbatasan dengan Desa Cawan jadi sering dilewati mobil dan motor dari luar daerah," jelas Srimanto.

Hal senada disampaikan warga lain bernama Dwi. Dwi menyebut tak ada peternakan babi di sekitar lokasi tersebut sehingga dia menduga bangkai itu sengaja dibuang di sungai tersebut.

"Mungkin sengaja sebab di sini tidak ada orang ternak babi. Apalagi warga sekitar sini masih ada yang mandi dan mencuci di sungai," ungkap Dwi saat dihubungi detikcom.

Terpisah, laporan penemuan bangkai babi ini sudah diterima Kapolsek Jatinom AKP Prawito. Prawito pun mengaku bakal menelusuri pelaku pembuang bangkai tersebut.

"Ya, kita masih selidiki bangkai itu dari mana karena sekitar kejadian tidak ada yang memelihara babi. Tadi kita evakuasi bersama relawan dan warga untuk dikubur," terang Prawito saat dimintai konfirmasi siang ini.


Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel