Viral Video Balap Liar Tutup Jalur Pantura Demak

Video balap liar di jalur Pantura, Demak, viral di medsos, Senin (21/12/2020). Foto: Tangkapan layar video viral di medsos

Demak - Video balap liar di jalur Pantura, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, viral di media sosial. Dalam video itu, tampak rombongan pebalap liar menutup jalur Pantura, ruas jalan Semarang-Demak.

Video balap liar berdurasi 30 detik tersebut diunggah di sebuah akun grup Facebook dan ramai diperbincangkan. Seperti dilihat detikcom, tampak salah satu ruas jalur Pantura ditutup oleh sejumlah orang. Di ruas jalan yang ditutup itu terlihat antrean truk dan kendaraan lain. Terdengar juga bunyi klakson berulang kali. Kemudian, tampak dua motor memacu gas start balap liar di ruas jalan yang ditutup itu.

Saat dimintai konfirmasi, Kasat Reskrim Polres Demak AKP M Fachrur Rozi membenarkan balap liar dalam video yang viral itu terjadi di Demak.

"Itu (video viral) kejadian tiga hari yang lalu, sekitar habis subuh, pukul 05.00-an WIB. Masih terlihat agak mendung," kata Rozi kepada wartawan di Mapolres Demak, Senin (21/12/2020).

"Iya, yang ditutup jalur Semarang-Demak," imbuhnya.

Rozi mengungkapkan lokasi balap liar berada di jalur Pantura, tepatnya di Jalan Lingkar depan SPBU Kembar, dan di depan PT Saniharto. Dari hasil penyelidikan, pihaknya mengamankan 13 orang yang merupakan penonton balap liar dan sopir.

"Kami akan terus berusaha mencari pelaku yang menghentikan kendaraan, sehingga mereka melakukan balap liar di tengah jalan. TKP ada di Jalan Lingkar depan SPBU Kembar dan di depan PT Saniharto," jelas Rozi.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yaitu mobil pengangkut motor yang sudah dimodifikasi, pikap pengangkut motor, dan orang, dan lima sepeda motor.

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Rozi, balap liar kerap berlangsung di jalur Pantura ruas Semarang-Demak, di Desa Loireng, Kecamatan Sayung dan jalur Pantura Lingkar arah Trengguli, Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam. Selain itu, balap liar tersebut diduga juga disertai adanya taruhan atau judi.

"Info yang kami peroleh sekitar dua sampai tiga kali dalam satu minggu, bisa pagi, sore, malam," imbuh Rozi.

Beberapa anak di bawah umur yang diamankan dilakukan pembinaan dan pemanggilan orang tua untuk mengawasi anaknya agar tidak lagi mengikuti aksi balap liar. Sementara pelaku lainnya akan diterapkan Pasal 63 ayat 1 UU 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

"Selain itu kami akan menerapkan undang-undang tentang jalan, di mana, di situ jelas, apabila ada upaya untuk mengurangi fungsi jalan, maka dapat dipidana selama 1,5 tahun dengan denda Rp 1,5 miliar," imbuh Rozi.



Sumber : detik.com
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel