Viral Video Tenaga Kesehatan Salat di Trotoar Rumah Sakit Tasikmalaya

Tenaga kesehatan di Tasikmalaya tertangkap kamera salat di trotoar (Foto: tangkapan layar video)
Tasikmalaya - Menjalankan ibadah salat wajib dilakukan setiap muslim dalam situasi apapun. Tak terkeculai bagi tenaga kesehatan yang tengah bertugas di tengah pandemi Corona.

Seperti yang terekam video viral berdurasi 20 detik. Seorang tenaga kesehatan terlihat melaksanakan salat di sela-sela tugasnya. Bukan di Mesjid maupun Surau, nakes ini salat di trotoar rumah sakit. Tak hanya itu, tenaga kesehatan juga mengenakan Alat Pelindung diri Lengkap atau pakaian Hazmat.

Usai ditelusuri, Video Viral ini terjadi di RSUD SMC Tasikmalaya Jawa Barat. Pria yang terekam merupakan tenaga Ambulance yang akan menjemput Pasien Covid-19.

"Iya betul setelah saya konfirmasi, itu petugas kami supir ambulans. Ia solat magrib."dr Iman Firmansyah, Direktur Utama RSUD SMC Tasikmalaya.

"Jadi ceritanya dia akan menjemput pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Berhubung rujukannya lama, dan sudah pakai APD lengkap Hazmat, dan waktu sudah magrib, sehingga shalat menggunakan hazmat, kalau membuka hazmat, dia harus mengulang lagi sterilisasi nya," tambah Iman.

Nakes yang sedang shalat magrib itu bernama Hadi. Ia pun mengaku terpaksa menunaikan shalat magrib sambil memakai APD karena akan berhubungan dengan pasien positif Covid-19.

"Ia betul Nakes dalam video itu memang saya sedang menunaikan shalat magrib," ujar Hadi saat berhasil ditemui di halaman RSUD SMC Tasikmalaya, Kamis (16/12/2020).

Hadi menjelaskan secara perhitungan, waktu magrib cukup singkat sehingga ia harus sesegera mungkin melaksanakan shalat. Karena apabila membuka baju APD dan melakukan persiapan membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Dari mulai membuka APD Hazmat, lalu mandi bertujuan membersihkan badan setelah pakai APD dan kotak dengan pasien. Prosesnya lama sedangkan magrib waktunya cepat ke isya," ungkapnya.

Nakes ini pun menunaikan shalat magrib tidak berwudhu melainkan bertayamum sesuai dengan niat.

Sebagai seorang muslim petugas medis ini tidak melupakan kewajibannya untuk menunaikan ibadah shalat walaupun tengah sibuk akan menjemput pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Sebagai seorang muslim, petugas medis ini tidak melupakan kewajiban nya untuk shalat. Kami apresiasi. Ya seperti tentara yang sedang perang, ketika shalat tidak membuka sepatu dan seragamnya," tutur Iman Firmansyah.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel