Warga Blitar Mendadak Meninggal setelah Mencoblos, Diketahui Sakit Jantung

Proses penghitungan suara Pilwali Blitar 2020 di TPS 06 Kelurahan Kauman,
Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (9/12/2020).
BLITAR - Pelaksanaan pencoblosan untuk pemilihan Calon Bupati-Calon Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Blitar, Rabu (9/12/2020), diwarnai insiden menyedihkan. Seorang pemilih mendadak ambruk dan meninggal di depan TPS 7 di Desa Soso, Kecamatan Gandusari tidak lama setelah ia menggunakan hak pilihnya.

Korban yang diketahui bernama Joko Santoso (50) adalah warga desa setempat. Menurut beberapa orang warga, saat itu Joko sudah memberikan hak pilihnya di TPS setempat kemudian berjalan menuju areal parkir motor. Mendadak, lelaki itu ambruk di dekat motornya.

Kejadian itu mengagetkan warga dan petugas TPS, dan setelah diperiksa ternyata Joko sudah meninggal. Tidak dijelaskan, apakah korban meninggal apakah karena terpapar Covid-19 atau sebab lain.

"Belum diketahui penyebabnya namun dari keterangan anaknya, korban sudah punya riwayat penyakit jantung," papar Iptu Tri Wahyudi, Kapolsrek Gandusari yang ikut memeriksa korban.

Sementara usai pelaksanaan pencoblosan di Pilkada Kabupaten Blitar, Rabu (9/12/2020) sore, klaim kemenangan sudah disampaikan tim pemenangan pasangan calon (paslon) Rini Sarifah-Rahmad Santoso. Hanya tiga jam usai penghitungan manual, tim dari paslon yang diusung PKB, PAN, dan PKS itu mengklaim perolehan suaranya lebih unggul.

Bahkan mereka sudah berani mengeluarkan hasil perolehan suara. Mak Rini-Santoso diklaim memperoleh suara 57,8 persen, sedangkan pasangan incumbent Rijanto-Marhaernis Urip Widodo disebut memperoleh 39,48 persen.

"Kami berkumpul di kantor pemenangan (DPC PKB Kabupaten Blitar) untuk memantau hasil penghitungan. Dan hasilnya tidak sia-sia perjuangan tim karena perolehan suara kami menggembirakan. Mak Rini-Santoso lebih unggul. Semoga perolehan itu bertambah," kata Abdul Munip, ketua tim pemengangan yang juga ketua DPC PKB.

Begitu juga Rahmad Santoso, yang mengklaim kalau perolehan suara lebih unggul. Yakni mendapatkan 57,58 persen. Artinya, dirinya akan memenangkan pertarungan pada pilkada tahun ini. "Ini kemenangan kita bersama," ungkap Santoso.

Sementara Suwito Saren Satoto dari tim pemenangan Rijanto-Marhaenis belum berkomentar karena mengaku belum menerima hasil penghitungan.


Sumber : SURYA.CO.ID

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel