Bukan Settingan, Ini Pemicu Warga Tantang Bupati Jombang soal Banjir

Foto: Istimewa
Jombang - Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, mencurigai aksi seorang pria yang lantang memprotes dan menantang dirinya untuk tinggal di lokasi banjir, hanya setingan. Namun, kecurigaan Mundjidah tersebut dipatahkan kepala dusun.

Kepala Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben Sustiyo Budiyanto mengatakan, pria yang memprotes kunjungan Bupati Jombang adalah warganya.

Pria itu bernama Joko Nurcahyo, warga Dusun Beluk, RT 1 RW 2. Joko juga menantang Bupati Jombang tinggal di lokasi banjir setidaknya satu minggu agar merasakan penderitaan warga.

"Benar sekali, itu warga saya. Dia asli warga sini, bukan pendatang," kata Sustiyo kepada wartawan di rumahnya, Jumat (15/1/2021).

Joko juga menjadi salah satu korban banjir di Dusun Beluk. Banjir akibat meluapnya Sungai Avour Watudakon itu membuat rumahnya terendam air sekitar 80 cm.

Dia tinggal bersama bapak dan ibunya yang tergolong lansia di rumah yang dikepung banjir selama dua pekan. Oleh sebab itu saat memprotes Bupati Mundjidah, dia menyatakan tidak bisa bersabar menghadapi banjir karena ada orang tuanya.

Sustiyo berpendapat, Joko melampiaskan kekesalannya kepada Bupati Jombang karena jengah dengan banjir yang tidak kunjung bisa diatasi pemerintah. Dia menegaskan, aksi protes Joko tersebut bukan settingan.

"Bukan settingan, saya kira itu luapan mendadak warga. Saya mewakili warga mohon maaf kepada semuanya. Tujuannya (aksi protes Joko) benar, tapi lepas kontrol, emosinya meledak-ledak, emosi sesaat tak bisa kita bendung," terangnya.

Mewakili Joko, Sustiyo mengaku juga sudah menyampaikan permintaan maaf ke Kapolsek dan Camat Kesamben. "Saya juga sampaikan buat apa mengurusi warga saya yang sudah stres karena lama terendam banjir. Kami bukan ikan yang bisa hidup di air selama dua minggu," tandasnya.

Sebelumnya, Joko melayangkan protes keras kepada Bupati Jombang Mundjidah Wahab pada Rabu (13/1) siang. Saat itu Bupati dan rombongannya meninjau kondisi banjir di kampung tersebut.

Dia kesal karena pemerintah tidak kunjung bisa menuntaskan banjir di Dusun Beluk. Banjir akibat meluapnya Avour Watudakon itu terjadi selama dua pekan terakhir. Dengan nada tinggi, Joko juga menantang Mundjidah tinggal satu minggu di lokasi banjir supaya merasakan penderitaan warga.

"Percuma rene, ayo melbuo nek wani. Ayo melbu, nginepo nang kene sak minggu (Percuma ke sini, ayo masuk kalau berani. Ayo masuk, menginaplah di sini satu minggu)," teriak pria yang belum diketahui identitasnya itu.

Mundjidah lantas merespons aksi Joko tersebut. Bupati Jombang periode 2018-2023 ini justru mencurigai aksi Joko hanya setingan belaka untuk menyerang dirinya. Sehingga dia memerintahkan Camat Kesamben untuk mengecek identitas Joko.

"Jangan-jangan itu setingan sama dengan di STIKES (pasien COVID-19 keluhkan kesulitan air dan alat masak pada Juni 2020), di STIKES bukan orang Jombang. Itu adalah tamu dari luar Jawa," kata Mudjidah kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Jombang, Jalan Alon-alon nomor 1, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, Kamis (14/1).

Banjir akibat meluapnya Avour Watudakon mengepung Dusun Beluk sejak Jumat (1/1). Hari ini, banjir di permukiman penduduk sudah surut. Tinggal sekitar 50 hektare lahan pertanian yang masih tergenang.


Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel