Cerita Pemburu Babi Hutan yang Tersesat di Gunung Gede

Pemburu yang tersesat di Gunung Gede ditemukan di Bogor (Foto: Istimewa)
Sukabumi - Abdi Abdilah sempat hilang kontak. Ia tersesat saat memburu babi hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Abdi ditemukan oleh warga yang kemudian melapor ke tim pencarian.

Abdi tersesat jauh dari titik awal dikabarkan hilang di Sukabumi. Dia diketahui masuk wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kondisi pria itu terluka. Setiba pos pencarian, Abdi langsung mendapat penanganan dari tim medis.

"Ditemukannya pemburu babi ini dari hasil informasi dari warga yang sampai ke pencari yang tergabung dari unsur Polri, TNI BPBD dan relawan lain. Saya dapat informasi bahwa atas nama Abdi ini berada di sekitar Cipecang Ciwaluh, Kampung Pasirkincir, Kecamatan Caringin," kata Kapolsek Nagrak Iptu Tedi, Selasa (5/1/2021).

Rombongan pemburu babi hutan itu masuk ke kawasan TNGGP didampingi oleh warga setempat. Mereka mulai bergerak pada pukul 09.00 WIB, Minggu (3/1). Abdi diperkirakan hilang komunikasi pada pukul 11.00 WIB.

Menurut Tedi, saat menempuh perjalanan itu Abdi menginjak semak-semak berduri karena sempat melewati malam di kawasan TNGGP. "Ditemukan luka di bagian wajah, tangan dan kaki tiga hari di jalan. Ditemukan oleh warga yang berada di kawasan TNGGP, kemudian dibawa ke perkampungan. Luka baret ada di kaki dan tangan. Langkah selanjutnya akan melakukan pemeriksaan kesehatan, setelah itu kita kembalikan ke pihak keluarga," ujar Tedi.

Usup Sutiani, warga yang menemukan Abdi, mengaku kaget saat tiba-tiba pemburu babi itu menghampirinya. "Dia bilang kesasar, berpisah dengan teman temannya. Ditanya dari mana dia bilang dari Sukabumi, langsung kita bawa ke rumah. Kondisinya lemas. Sempat mengeluh bingung, mau pulang enggak tahu jalan," kata Usup.

Pihak TNGGP menjelaskan aktivitas yang dilakukan para pemburu yang berujung tersesatnya Abdi itu masuk kategori perburuan liar. Namun selama ini pihaknya mengedepankan upaya persuasif dalam menyikapi persoalan tersebut.

"Aktivitas perburuan liar yang dilakukan dalam kawasan TNGGP. Kami selalu mengedepankan upaya-upaya persuasif kepada setiap pelaku dan kegiatan ini. Konon kabarnya memang dilakukan (karena) diundang oleh masyarakat sekitar yang merasa terganggu dengan keberadaan babi hutan," kata Kabid Pengelolaan Taman Nasional Dadang Suryana.

Pihak TNGGP akan lebih banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan hama babi hutan. "Kami nanti akan berbicara dengan masyarakat dan kepala desa setempat bagaimana caranya mengatasi permasalahan hama babi hutan, ini satu sisi. Sisi lain, tidak juga melanggar hukum peraturan Undang-Undang yang berlaku, kita cari solusi terbaik," ucapnya.

Soal penyelesaian kasus aktivitas perburuan yang dilakukan para pemburu babi itu, Dadang akan konsultasikan kepada pimpinannya. "Untuk penyelesaian kasus kami nanti akan menganalisa kembali, Tetapi memang (dengan kejadian) ini mudah-mudahan menjadi semacam peringatan kepada masyarakat. Kadang-kadang hukuman berapa bulan berapa tahun tidak membuat jera, tetapi sesuatu yang lebih fenomenal seperti ini mudah-mudahan bisa membuat mereka berpikir berulang-ulang kembali," tutur Dadang.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel