Di Bawah Gerimis, Pemuda Lamongan Tuntut Penanganan Banjir hingga Tuntas

Sekelompok pemuda tuntut DPRD atasi banjir Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)

Jakarta - Banjir yang terjadi di sekitar Sungai Bengawan Njero tak kunjung tuntas memicu sekelompok pemuda turun ke jalan. Pemuda yang mengatasnamakan Lamongan Melawan ini menyampaikan aspirasinya di depan Gedung DPRD dan pemkab.

Sama seperti aksi-aksi sebelumnya, sekitar 50 pemuda ini mengusung persoalan banjir yang hingga kini masih terjadi di 6 kecamatan Lamongan. Massa bergantian orasi dan mengurai ketidakseriusan wakil rakyat dan eksekutif dalam mengelola pemerintahan di Lamongan.

"DPRD Lamongan adalah lembaga yang turut bertanggungjawab atas terjadinya banjir di wilayah Bengawan Njero. Pemerintah Lamongan tidak mempunyai master plan sehingga tidak bisa menyelesaikan persoalan banjir yang sampai hari ini dirasakan masyarakat petani," kata Korlap aksi, M. Fahmi Muzakki dalam orasinya, Senin (18/1/2021).

Para pengunjukrasa ini juga menyayangkan sikap eksekutif dan legislatif yang menyalahkan curah hujan dan eceng gondok sebagai penyebab banjir. Menurut mereka, banjir yang setiap tahun terjadi di Lamongan karena pemerintah daerah kurang serius mencarikan solusi.

"Pemkab menyediakan transportasi darurat untuk masyarakat yang hendak beraktivitas keluar, mengganti kerugian yang sedang dialami masyarakat, harus menyelesaikan musibah tahunan ini dengan masterplan dan menggunakan ilmu serta teknologi," kata orator aksi lainnya, Amir.

Massa juga menuntut pemerintah mengembalikan fungsi waduk seperti semula untuk menampung air. Massa akhirnya ditemui 3 anggota DPRD Lamongan. Yakni Ketua Komisi C Muhammad Burhanuddin, Ketua Komisi D Abdul Somad dan Imam Fadeli dari Gerindra. Saat itu, massa sempat menolak mereka dan bersikeras agar ditemui langsung oleh ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur. Massa yang menuntut ditemui ketua DPRD Lamongan itu tetap bertahan di depan gedung di tengah gerimis.

"Pak Ketua Dewan, Abdul Ghofur silakan keluar temui kami. Kami tidak ingin wakil anda yang menemui kami," teriak pengunjukrasa.

Lantaran massa tetap bertahan di pintu gerbang saat hujan datang mengguyur, polisi akhirnya berbaik hati dan meminta massa masuk dan berteduh di teras gedung DPRD Lamongan. Di teras Gedung DPRD, massa akhirnya mau menerima perwakilan anggota DPRD Lamongan.

"Sejatinya pemerintah daerah sudah melakukan tindakan untuk mengatasi banjir di Bengawan Njero, termasuk mendistribusikan bantuan sembako untuk masyarakat korban banjir. Kita sudah berusaha maksimal, sementara untuk jangka panjang juga sudah direncanakan," kata Ketua Komisi C DPRD Lamongan Burhanuddin.

Usai hujan reda dan mendapat penjelasan dari anggota dewan, massa melanjutkan aksinya dengan mendatangi kantor Pemkab Lamongan. Tuntutannya pun sama. Sementara aksi ini juga mendapat kawalan ketat polisi.



Sumber : detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel