Heboh Banjir Bandang di Banyumas, BPBD: Kerugian Hanya Bebek Hanyut

Gotong royong membersihkan rumpun bambu yang menyumbat Sungai Kaliparuk, Banyumas. (Foto: dok. Polsek Ajibarang Banyumas.
Banyumas - Hujan lebat yang mengguyur Banyumas, Jateng, mengakibatkan banjir di Sungai Kaliparuk, Ajibarang, Banyumas, pada Rabu (27/1). Sebuah video merekam mobil-mobil terjebak di lokasi banjir, menjadi viral. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas menyebut kerugiannya hanya bebek yang hanyut terbawa banjir.

"Ya dampaknya ada bebek, ada 50 lebih (bebek) hilang. Terus sedikit sawah-sawah yang terkena dampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti saat dihubungi, Jumat (29/1/2021).

Dia mengatakan kerugian yang diakibatkan banjir bandang di Banyumas tersebut tidak begitu banyak. Dirinya pun tidak membeberkan berapa jumlah kerugian dengan hanyutnya puluhan bebek dan sawah yang sempat terkena dampaknya.

"Ya itu bebek sama itu saja (sawah), tidak terlalu banyak hanya sempat viral itu saja. Rumah tidak ada, mobil juga hanya tergenang tergenang air di jalanan saja, rumah yang rusak tidak ada," ucapnya.

Meskipun demikian, dia menjelaskan ada satu jembatan antardusun yang masih dalam satu jalur dengan aliran sungai tersebut yang terputus. Namun bukan jembatan yang sempat viral dalam video yang direkam oleh warga.

"Akibat hujan itu ada dhapuran (rumpun) bambu pada nutup jembatan, yang di sebelahnya juga ada (jembatan) dan ada satu lagi jembatan yang putus total serta jembatannya terbawa juga. Satu jalur itu tapi bukan jembatan yang kemarin viral, tapi masih satu desa, di (Desa) Pandansari," tambahnya.

Sebelumnya Kapolsek Ajibarang AKP Wawan Dwi Leksono saat dihubungi detikcom Kamis (28/1) menjelaskan, sungai tersebut meluap akibat bagian bawah jembatan tersumbat rumpun pohon bambu yang terbawa arus sungai.

"Itu hujan terlalu deras, ada kayu dan pohon bambu, lama lama tergerus dan terbawa arus, namanya bambu kan ada dhapurannya (rumpun), nah itu terbawa arus sungai. Sampai di jembatan itu, nyangkut sana, nyangkut sini, akhirnya ada tiga dapuran bambu nyangkut di jembatan akhirnya meluap," kata Wawan.

Dia juga mengungkapkan video yang tersebar di media sosial dan pesan WhatsApp tidak seperti yang dibayangkan dan terlihat dilokasi. Pasalnya ketika meluap, memang kondisi jalan penghubung antar dusun yang memiliki lebar tiga meter berkontur rendah.

"Ibaratnya seperti dibendung, kebetulan ada mobil milik warga diparkir di situ, karena di situ pas jalannya rendah, akhirnya air larinya kesitu semuanya. Itu bukan mobil terbawa banjir, itu mobil lagi diparkir di situ, itu jalan antar dusun, lebarnya hanya 3 meter," jelasnya.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel