Iming-iming Uang, Marbut Cabuli 13 Bocah Lelaki di Cirebon

Polisi menangkap seorang tersangka kasus pencabulan di Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Personel Sat Reskrim Polresta Cirebon meringkus pria berinisial NF (52), pelaku pencabulan terhadap anak. Tersangka bekerja sebagai marbut atau penjaga masjid di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi mengatakan NF bekerja di tempat ibadah itu sejak setahun. NF tercatat sebagai warga Kabupaten Bangka, Bangka Belitung. Kepada petugas, NF mengaku mencabuli 13 anak lelaki.

"Total korban 13 anak. Semuanya di bawah umur, 8-15 tahun. Korban laki-laki semua. Sehari-hari pelaku bekerja sebagai penjaga tempat ibadah," kata Syahduddi, Rabu (20/1/2020).

Ia mengatakan NF melakukan perbuatan cabul itu di lingkungan masjid. Modus dia membujuk korbannya.

"Iming-iming bermain handphone, makanan, uang dan lainnya. Dilakukan di ruangan pelaku (masih lingkungan masjid)," kata Syahduddi.

Akibat perbuatannya, NF dijerat pasal undang-undang (UU) Perlindungan Anak Nomor 1/2016 dan KUHP. Ancaman hukumannya maksimal sampai 15 tahun kurungan penjara.

Merekam Aksi Pencabulan

Pengungkapan kasus pencabulan terhadap belasan anak yang dilakukan di lingkungan masjid itu terungkap saat korbannya melaporkan aksi bejat NF kepada orang tuanya. Korban berjuang agar pria itu bisa terungkap.

"Awalnya korban melaporkan kepada orang tuanya, tapi tidak ada bukti," ujar Syahduddi.

Korban tak menyerah setelah melapor dan memiliki bukti. Dia menerangkan salah seorang korban berusaha mengambil memory card atau kartu memori di handphone NF.

"Ada salah seorang korban yang pernah melihat pelaku merekam aksinya. Sehingga korban mengambil kartu memori. Ya sebagai bukti," ucap Syahduddi.

Syahduddi mengatakan awal Januari lalu orang tua korban melaporkan aksi NF sambil menyerahkan barang bukti berupa kartu memori. "Dari hasil pemeriksaan, pelaku ini pernah menjadi korban saat masih SMP. Kemudian pelaku juga pernah melakukan aksi yang sama di wilayah lain, tapi tidak diteruskan ke jalur hukum," tutur Syahduddi.

Sementara itu, tersangka NF mengaku hanya merekam sekali perbuatan kejinya. Video yang saat ini menjadi bukti kasusnya. Ia mengaku hanya iseng merekam aksinya.

"Pernah mengajar di pesantren. Sudah cerai, saya di sini jadi marbut. Menyesal sekali. Kalau merekam cuma sekali," kata NF.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel