Longsor Sumedang: 15 Ditemukan Tewas-Puluhan Lainnya Masih Hilang

Foto: Pencarian korban longsor di Sumedang (ANTARA FOTO/Novrian Arbi).
Bandung - Tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban yang tertimbun longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Senin (11/1/2021) malam. Kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Penemuan ini menambah jumlah korban yang meninggal dunia dalam insiden yang terjadi Sabtu (9/1) petang. Sampai saat ini, tim SAR gabungan telah menemukan 15 jenazah korban. Dari data awal, diperkirakan puluhan orang masih dalam pencarian sesuai laporan yang masuk ke posko bencana.

"Pukul 21.05 WIB, ditemukan korban berjenis kelamin perempuan diperkirakan dewasa dalam keadaan meninggal dunia, pukul 22.47 WIB tim kembali menemukan korban berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan meninggal dunia. Seluruh korban dievakuasi ke Puskesmas Sawah Dadap. Kedua korban masih diidentifikasi," ujar Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansyah dalam keterangan resminya, Selasa (12/1/2021).

Pencarian akan dilanjutkan kembali pagi ini. Pencarian korban dibagi ke dalam tiga sektor. Di sektor pertama dua alat berat akan dioperasikan untuk membersihkan material longsor dengan excavator, sektor dua fokus di belakang Masjid An-Nur dan sektor tiga di lapangan voli. Diduga di sektor dua dan tiga banyak korban yang tertimbun.

Insiden ini terjadi ketika bukit yang berada di belakang Kompleks Pondok Daud amblas. Nahasnya, sebagian rumah di Perum SBG Parakan Muncang yang berada di atas bukit juga ikut ambles. Ketinggian tebing kurang lebih 50 meter dengan lebar tebing yang longsor kurang lebih sepanjang 60 meter. 14 rumah dari laporan awal dikabarkan rusak dan tertimbun material longsor.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkap lima faktor yang menyebabkan terjadinya longsor maut tersebut. Dalam laman resminya disebutkan, pertama, kemiringan lereng yang agak terjal hingga terjal.

Kemudian terjadinya pelapukan breksi dan tufa yang mudah meloloskan air dan di bawahnya merupakan lapisan kedap air sehingga berfungsi sebagai bidang gelincir.

Selain kontur geografis,ketiga, tebing yang berada di Dusun Bojongkondang tersebut juga merupakan lahan terbuka tanpa vegetasi berakar kuat dan tanpa perkuatan lereng. Keempat, Drainase atau saluran pembuangan air juga kurang baik, sedangkan bagian bawah bukit adalah pemukiman warga.

Kelima, selain kondisi geografis tersebut, hujan yang turun dengan intensitas yang tinggi menjadi pemicu terjadinya pergerakan tanah.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel