Pencarian Santri yang Hilang di Sungai Kalilebeng Batang Diperluas

Pencarian seorang santri yang hanyut di Sungai Kalilebeng di Batang diperluas, Kamis (28/1/2021). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Batang - Pencarian seorang santri bernama M Adit (16) yang hilang setelah hanyut di Sungai Kalilebeng, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, masih berlanjut. Area pencarian kini telah diperluas.

"Pencarian kita perluas hingga sampai utara Jembatan JP (Jrakah Payung)," ujar Kepala Pelaksana BPBD Batang, Ulul Azmi, kepada detikcom di lokasi pencarian, Kamis (28/1/2021).

Pencarian ini melibatkan tim gabungan dari BPBD Batang, PMI, TNI, Polri dan relawan SAR, dan Basarnas Semarang. Ulul Azmi menjelaskan kondisi air sungai yang masih tinggi dan deras membuat para petugas gabungan harus ekstra hati-hati. Derasnya sungai ini, lanjutnya, karena kiriman dari hulu yang sedang diguyur hujan.
Pencarian seorang santri yang hilang setelah hanyut di Sungai Kalilebeng, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (28/1/2021). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
"Sungainya sini kecil. Lebar empat meteran. Tergolong dangkal juga. Tapi kalau ada kiriman air dari hulu, bisa naik. Kedalaman lebih dari satu meteran," jelasnya.
Pencarian seorang santri yang hilang hanyut di Sungai Kalilebeng, Batang, Kamis (28/1/2021). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Diberitakan sebelumnya, korban yang merupakan warga Brebes, Jawa Tengah, itu hilang saat sedang menyeberangi sungai bersama tiga orang teman lainnya pada Rabu (27/1) sekitar pukul 17.00 WIB sore. Sungai tersebut berada di belakang pondok pesantren para santri tersebut. Tiga orang temannya berhasil selamat, tapi korban hanyut terbawa arus sungai yang deras.

"Keterangan semalam, dari saksi, mereka menyeberang sungai untuk mengambil jahitan dan beli jajan. Namun, saat berniat kembali ke pondok, arus sungai deras. Korban terbawa arus," kata Ulul Azmi.



Sumber : detik.com


 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel