Pengakuan Miris Suami Asal Gresik yang Jual Istri untuk Layanan Threesome

Suami yang tega jual istri sendiri (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Alfian Zulfikri (39) tega menjual istrinya sendiri melalui medsos untuk melayani hubungan suami istri bertiga (threesome). Sopir truk warga Gresik ini berdalih butuh uang untuk pengobatan bapak mertuanya.

Alfian sudah 15 tahun menikah dengan istrinya. Dia kini mempunyai 3 anak laki-laki dari perempuan berusia 39 tahun tersebut.

Kepada wartawan, Alfian mengaku tega menjual istrinya sendiri melalui medsos Twitter sejak Maret 2020. Bersama istrinya, sopir truk ini menawarkan jasa threesome, foursome, dan tukar pasangan (swinger).

"Karena butuh uang untuk berobat ayahnya istri," kata Alfian saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, Selasa (12/1/2021).

Karena terdesak kebutuhan untuk mengobatkan bapaknya, lanjut Alfian, sang istri pun berutang kepada dirinya. Berdalih tidak mempunyai uang, saat itulah tersangka menyarankan istrinya untuk menjual diri.

"Istri sendiri yang minta. Yang menawarkan saya, yang menerima pembayaran saya," terangnya.

Alfian digerebek saat bermain threesome bersama istri dan seorang pria hidung belang di salah satu hotel Kota Mojokerto pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka bertiga kepergok telanjang bulat usai berhubungan suami istri di kamar hotel tersebut.

Bapak tiga anak ini mengaku baru dua kali bersama istrinya melayani pria hidung belang untuk seks threesome. Dia memasang tarif Rp 1,5 juta untuk satu kali kencan selama dua jam.

"Tarif threesome Rp 1,5 juta untuk hubungan intim selama dua jam," ungkap Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Iwan Sebastian.

Tidak hanya itu, Alfian juga menawarkan jasa foursome dan swingier. Namun, tersangka mengaku belum pernah mendapatkan pelanggan untuk dua praktik seks menyimpang tersebut.

Iwan menegaskan, hanya Alfian yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Penyidik menilai istri tersangka sebagai korban perdagangan manusia.

Alfian dijerat dengan pasal 2 ayat (1) UU nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta pasal 296 dan 506 KUHP.
"Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," tegasnya.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel