Polisi Bongkar Prostitusi di Puncak Bogor, 1 Muncikari Ditangkap

Dua orang ditangkap polisi karena terlibat praktik prostitusi di Puncak Bogor. (Foto: M. Sholihin/detikcom)
Bogor - Praktik prostitusi di sebuah vila kawasan Puncak Bogor digerebek polisi. Polisi mengamankan 4 perempuan yang tengah melayani pria hidung belang dan menangkap dua perempuan berperan muncikari serta pegawai vila, NO (35) dan LS (33).

"Kita amankan dan kita jadikan tersangka ada dua perempuan, satu muncikari, satu karyawan di vila itu," kata Kapolres Bogor AKBP Harun di Mapolres Bogor, Jumat (22/1/2021).

Dari penggerebekan tersebut, kata Harun, pihaknya mengamankan uang Rp 2 juta, 2 unit HP, dan 4 alat kontrasepsi. Harun menjelaskan penggerebekan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat yang menyebut ada aktivitas prostitusi di sebuah vila, kawasan Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor.

"Tim kami dari Polres Bogor kemudian melaksanakan penyelidikan ke vila tersebut. Setelah kami datang untuk melakukan penyelidikan, ternyata benar dan didapati adanya tindakan prostitusi, kita amankan empat korban (perempuan) di empat kamar berbeda di dalam vila
Kapolres Bogor AKBP Harun (Foto: M. Sholihin/detikcom)
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa praktik prostitusi tersebut berawal ketika LS menawarkan perempuan untuk teman tidur kepada penyewa vila. Ketika diiyakan, kemudian LS yang juga karyawan di vila tersebut menghubungi NO agar menyediakan empat perempuan untuk melayani nafsu seks tamu di vilanya.

"Kemudian dari hasil penyelidikan tersebut didapati bahwasanya korban ini melayani tamu karena ada pesanan dari tersangka LS, dia (LS) ini karyawan di vila, kemudian LS ini menghubungi tersangka lainnya inisial NO selaku mucikari. Jadi dia (NO) lah yang menyediakan empat perempuan korban yang ada di TKP," tutur Harun.

"Empat korban yang diamankan, 2 berasal dari Bogor dan 2 berasal Cianjur. Antara empat korban dan muncikari NO dan LS ini saling mengenal. Sudah sering dan mucikari ini sudah beraksi kurang lebih satu tahun," ucap Harun.

"Informasinya muncikari ini sudah beraksi kurang lebih satu tahun, dia punya enam anak buah, usianya 17-31 tahun," kata Harun menambahkan.

Karena perbuatannya, NO dan LS dijerat dengan pasal 296 KUHP jo 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara kemudian dilapis dengan Undang-Undang TPPO Tahun 2007 tentang pemberantasan perdagangan orang, dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun maksimal 15 tahun penjara.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel