Polisi Hadiahi Tembakan Pria yang Tega Jambret Ibu Hamil di Mojokerto

Jambret yang tega menjambret ibu hamil (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Jambret asal Blora ini tergolong sadis karena tega menjambret tas seorang ibu hamil hingga korban menderita luka berat. Polisi terpaksa menembak kedua kaki pelaku karena nekat melawan saat diminta menunjukkan barang bukti.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan tersangka Arif Prasetyo (48) beraksi di jalan nasional Madiun-Surabaya, tepatnya di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan pada Jumat (18/12) sekitar pukul 13.30 WIB.

Arif menjambret Ningsih (37), warga Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Saat kejadian, perempuan yang sedang hamil 8 bulan ini mengendarai sepeda motor seorang diri menuju ke rumah suaminya di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

"Tersangka menjambret tas korban yang dalam kondisi hamil. Tas tersebut berisi ponsel, uang tunai dan surat-surat penting," kata Dony saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (4/1/2021).

Kejahatan yang dilakukan Arif, kata Dony, sudah meresahkan masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya membentuk tim khusus untuk memburu pria warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Cepu, Blora.

Tim dari Satreskrim Polres Mojokerto awalnya meringkus 2 penadah ponsel hasil penjambretan yang dilakukan Arif pada Selasa (29/12). Yaitu Saiful (48) dan Junaidi (39), keduanya warga Bulak Banteng, Surabaya.

Berbekal keterangan kedua penadah dan rekaman CCTV di lokasi penjambretan, polisi memburu Arif. Residivis kasus curas dan penipuan itu diciduk di Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Blora pada Jumat (1/1) sekitar pukul 00.30 WIB. Polisi terpaksa menembak kedua kaki pelaku.

"Tersangka terpaksa kami lumpuhkan karena melawan dengan merebut senjata petugas saat kami minta menunjukkan barang bukti," terang Dony.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dalam kasus ini. Yakni ponsel pintar milik korban dan pelaku, tas selempang milik korban, serta sepeda motor, helm dan pakaian yang digunakan pelaku saat menjambret.

"Tersangka kami kenakan pasal 365 KUHP, ancaman hukumannya 10 tahun penjara," ujar Dony.

Korban Ningsih (37) menjelaskan saat dijambret, dirinya dalam perjalanan ke rumah suaminya setelah menyerviskan sepeda motornya di kawasan Mojoagung, Jombang. Sampai di depan pusat perkulakan sepatu Trowulan (PPST) di Desa Watesumpak, pelaku menarik tas miliknya dari belakang.

Seketika Ningsih terjatuh dari sepeda motornya. Akibatnya, perempuan yang sedang hamil 8 bulan ini menderita patah tulang paha kanan, serta memar di kening, tangan dan kaki kirinya.

"Kaki saya sudah dioperasi, tapi belum bisa berjalan. Alhamdulillah kandungan saya baik-baik saja," terangnya sambil duduk di kursi roda.

Ningsih menjelaskan tas yang dijambret tersangka Arif berisi uang tunai Rp 850.000, sebuah ponsel pintar, buku tabungan, kartu ATM, serta surat-surat penting. Kerugian materi yang dia alami sekitar Rp 5 juta.

"Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Uang yang dijambret sedianya untuk membayar utang. Itu uang bantuan UMKM," jelas Ningsih.

Tersangka Arif meminta maaf kepada korban saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto. Pria bertubuh tambun yang tangan dan kakinya penuh tato ini mengaku melakukannya spontan, dan tidak mengincar Ningsih.

"Saya kebetulan lewat ada perempuan membawa tas, lalu saya jambret," cetusnya sambil menangis meminta maaf kepada korban.

Satreskrim Polres Mojokerto juga meringkus Irfan Anrizah (26), warga Desa/Kecamatan Mayang, Jember. Irfan menjambret ponsel pintar dan tas milik Kasini (44) di Jalan Raya Desa/Kecamatan Bangsal, Mojokerto pada Kamis (31/12) sekitar pukul 11.00 WIB.

Aksi Irfan terekam kamera CCTV. Sehingga polisi berhasil meringkusnya pada hari yang sama sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu tersangka bersembunyi di Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal.



Sumber : detik.com

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel